HARIAN MERAPI - Nilai pasar striker PSS Sleman asal Ukraina, Yevhen Bokhasvilli menurun. Bomber berusia 30 tahun yang didatangkan dari Otelul Galati itu kini bernilai Rp3,04 miliar.
Padahal nilai pasar pemain asing PSS Sleman mencapai Rp3,91 miliar ketika bejersey Laskar Sembada untuk kedua kalinya.
Buruknya performa Yevhen Bokhasvilli diduga jadi penyebabnya. Yevhen hanya menyumbang satu asis dalam 19 pertandingan bersama PSS Sleman musim ini.
Catatan itu membuatnya kini lebih banyak duduk di bangku cadangan, kalah bersaing dengan Hokky Caraka dan Ricky Cawor. Buruknya penampilan Yevhen membuatnya terancam didepak pelatih PSS Sleman Bertrand Crasson.
Namun hingga saat ini PSS Sleman belum menemukan sosok striker yang sesuai dengan kriteria Bertrand Crasson pelatih asal Belgia itu.
"Saya ingin striker berpengalaman yang bisa memberi banyak ilmu untuk para pemain muda termasuk Hokky. Di jeda kompetisi ini kami terus memantau para pemain baru yang bisa membantu tim," kata Bertrand Crasson.
Saat ini PSS Sleman terus dikaitkan dengan Vincius 'Vico' Duarte dan Sho Yamamoto. Vico sendiri dirumorkan sudah menjalin kesepakatan dengan manajemen PSS.
Baca Juga: Relawan Gibran meninggal akibat kecelakaan di Tol Cipali Subang Jawa Barat, begini kronologinya
Melihat posisinya yang sering diturunkan sebagai gelandang serang dan winger, Vico didatangkan untuk mengisi pos yang ditinggalkan Kei Sano.
Sedangkan rumor tentang Sho mulai tenggelam karena pemain asal Jepang itu sedang mengalami penurunan performa karena cedera engkel.
Nasib Yevhen Bokhasvilli sendiri masih misteri. Manajemen dan pelatih belum mau buka mulut tentang masa depan striker yang akrab disapa Baha itu.
Baca Juga: Ngeri, puluhan remaja di Semarang bawa berbagai senjata tajam, akan lakukan ini
Sejumlah nama pengganti sempat muncul, dari Carlos Fortress, Ramiro Fergonzi, Everton Nascimento, sampai Fernando Rodriguez. Namun mereka gagal didatangkan ke Sleman.