• Sabtu, 25 Juni 2022

Dilarang Ngamen di Perempatan Jalan, Nada Hore Tetap Bisa Mengais Rezeki

- Rabu, 25 Mei 2022 | 09:45 WIB
Nada Hore ketika ditanggap salah satu warga di kawasan Seyegan Sleman.  (Foto: Sulistyanto)
Nada Hore ketika ditanggap salah satu warga di kawasan Seyegan Sleman. (Foto: Sulistyanto)

 

SLEMAN, harianmerapi.com – Kelompok kesenian angklung bernama Nada Hore, awalnya banyak ngamen di perempatan-perempatan jalan. Dalam perkembangannya, ada larangan ngamen di perempatan.

Ketika melanggar larangan tersebut, paling awal akan berurusan dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Para personil Nada Hore, lalu memutuskan dengan cara lain untuk tetap bisa mengais rezeki secara halal.

“Kami akhirnya memilih ngamen dengan keliling dari pasar ke pasar maupun dari dusun satu pindah ke dusun lain,” jelas Fajar salah satu personel Nada Hore.

Baca Juga: Sewu Dino Bagian 40: Payung Penduso Mulai Menyala, Kecuali Satu, dan Itu…

Menurutnya, personel Nada Hore ada empat orang berasal dari Purwokerto, yaitu ia sendiri, Rian, Ucup dan Zaki. Lalu setelah banyak tinggal di Sleman ada tambahan dua personel asal Sleman, yakni Danu dan Dafam.

“Kami yang berasal dari Purwokerto saat ini tinggal di rumah teman di kawasan Mlati. Alhamdulillah, tak perlu bayar kontrak atau sewa rumah, tapi kami biasa membantu seperti saat membayar listrik atau memberi uang sekadarnya ketika kami akan pulang kampung, rata-rata sebulan sekali,” jelas Fajar.

Waktu untuk ngamen keliling, lanjutnya, biasa antara pukul 06.00 – 10.00 WIB terutama di pasar-pasar dan kawasan sekitar pasar. Sedangkan sore harinya, antara pukul 15.00 – 21.00 biasa dari dusun satu ke dusun lain.

Baca Juga: Cerita Lucu Hand Sanitizer Disangka Parfum dan Membeli Daging Ayam Dapatnya Daging Bebek

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dikta Cabut, Yovie & Nuno Umumkan Formasi Baru

Selasa, 7 Juni 2022 | 09:49 WIB
X