HARIAN MERAPI - Warga Kapanewon Seyegan digegerkan dengan penemuan seorang pria meninggal dunia akibat gantung diri di bulak persawahan, tepatnya di Dusun Dukuh Gerjen, Margomulyo, Minggu (12/4) pagi.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 06.00 WIB oleh seorang warga berinisial Sa (60), yang saat itu hendak pergi ke sawah. Ia mendapati korban dalam kondisi tergantung di pohon nangka di lokasi kejadian.
Temuan itu kemudian dilaporkan kepada Dukuh setempat dan diteruskan ke pihak kepolisian. Saat dilakukan pemeriksaan, korban diketahui berinisial Su (36), seorang buruh harian lepas, warga Margomulyo, Seyegan.
Baca Juga: Mayat tanpa kepala ditemukan di Kali Konteng Gamping, diduga terbawa banjir
Menindaklanjuti laporan warga, jajaran Polsek Seyegan bersama tim medis dari Puskesmas Seyegan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP. Pemeriksaan dilakukan sekitar pukul 08.17 WIB.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Dari hasil pemeriksaan, terdapat tanda-tanda kematian akibat gantung diri. Tidak ditemukan tanda kekerasan maupun lebam pada tubuh korban. Diperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar 6 hingga 8 jam sebelum ditemukan," jelasnya.
Lebih lanjut, pihak kepolisian menduga korban nekat mengakhiri hidupnya karena faktor tekanan ekonomi. Pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
Keluarga juga telah membuat surat pernyataan, dan jenazah korban selanjutnya disemayamkan di rumah duka. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil jalan pintas dalam menyelesaikan masalah, khususnya dengan mengakhiri hidup.
Dukungan keluarga, kepedulian lingkungan, serta segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda kondisi darurat sangat penting guna mencegah kejadian serupa. *