pendidikan

Peluang mahasiswa menjadi eksportir terbuka luas, tetapi membutuhkan kesiapan dalam beberapa aspek

Senin, 6 April 2026 | 21:30 WIB
Suasana penandatanganan PKS Pengembangan Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor dengan Kementerian Perdagangan RI. (Dok. UMY)

HARIAN MERAPI - Meskipun dinamika global memberikan tekanan terhadap perdagangan internasional, namun peluang ekspor Indonesia masih terbuka luas.

Pemerintah bahkan mencatat kenaikan ekspor sebesar 2,19 persen pada periode Januari–Februari 2026 lalu, dapat menjadi indikator optimisme bagi pelaku usaha nasional.

Hal tersebut diungkap Menteri Perdagangan Republik Indonesia (RI), Dr Budi Santoso saat sambutan acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pengembangan Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor.

Baca Juga: Selat Hormuz tidak akan kembali seperti kondisi semula, ini penyebabnya....

Kegiatan digelar di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, baru-baru ini. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) termasuk perguruan tinggi yang menandatangani PKS tersebut.

Isi sambutan lainnya, Budi mengajak untuk selalu tetap optimis, bahwa pasar ekspor kita masih besar. Meskipun ada tantangan global, peluang itu tetap terbuka.

“Salah satu cara yang penting dilakukan adalah diversifikasi pasar. Di sinilah peran kampus menjadi penting untuk mencetak wirausaha muda yang mampu masuk ke pasar internasional,” tegas Budi.

Ditambahkan, program kolaborasi dengan perguruan tinggi bertujuan agar mahasiswa tak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

Baca Juga: Dua Klitih Bawa Celurit Diamankan Warga di Jalur Wisata Pansela Bantul 

Melalui jaringan promosi perdagangan di luar negeri serta program fasilitasi ekspor, mahasiswa diharapkan dapat memasarkan produk secara lebih luas.

Bahkan pada saat ini, pemerintah telah menyiapkan berbagai fasilitas seperti Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dan Atase Perdagangan (Atdag) di puluhan negara untuk membantu promosi produk. “Kami juga ingin mahasiswa ketika lulus langsung bisa menjadi pengusaha. Atau kalau tak menjadi pegawai, mereka dapat membuka usaha sendiri dan menciptakan lapangan kerja,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Prof Dr Zuly Qodir menyatakan, dengan penandatangan tersebut sejalan pula dengan arah pengembangan kampus menuju Entrepreneurial University.

Baca Juga: Pebasket IBL Surliyadin Dilantik Jadi Perwira TNI AD Lewat Program Khusus Perwira Karier

“Salah satu bentuknya, yakni mendorong mahasiswa berbisnis, baik produk maupun jasa. Momentum dari Kementerian Perdagangan ini kami ambil karena unit usaha para mahasiswa bisa berkembang,” jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini