Pemkab Sleman targetkan 8 juta kunjungan wisatawan, Prambanan Jazz Festival hingga Tour de Merapi disiapkan

- Sabtu, 28 Januari 2023 | 14:25 WIB
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid  (Foto : Awan Turseno)
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid (Foto : Awan Turseno)

HARIAN MERAPI - Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman optimis jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Sleman meningkat tajam pada tahun 2023. Setidaknya, Dinas Pariwisata menargetkan lebih dari depan juta wisatawan akan datang ke Sleman.

Target tersebut bukan tanpa alasan, sebelum Pemerintah Pusat mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), jumlah wisatawan ke Sleman telah mencapai sekitar 7,5 juta.

"Tahun 2022, jumlah wisatawan yang berkunjung ke obyek-obyek wisata di sekitar Kabupaten Sleman telah mencapai lebih dari 7,5 juta. Setelah PPKM dicabut oleh Presiden Joko Widodo, kita optimis tahun 2023 wisatawan akan meningkat minimal 8 juta," kata Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid, Sabtu (28/1/2023).

Peningkatan jumlah wisatawan tersebut, yaitu 20 persen wisatawan nusantara dan lima persen wisatawan mancanegara.

Baca Juga: Jonatan Christie vs Shi Yu Qi: Jojo melaju ke final Indonesia Masters 2023, Shi Yu Qi bilang begini

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya telah menyusun beberapa strategi seperti menyusun Calendar of Event 2023 yang telah diluncurkan pertengahan bulan Januari 2023.

Dalam Calendar of Evant ini ada 60 event yang dapat menjadi acuan bagi masyarakat atau wisatawan jika ingin berkunjung ke Kabupaten Sleman. Sehingga mereka dapat memilih momen-momen yang dianggap menarik.

Beberapa event yang menjadi highlight antara lain adalah Festival Van der Wijck (2-3 Juni 2023), Prambanan Jazz Festival (7-9 Juli dan 14-16 Juli 2023) dan Tour de Merapi (25 Juli 2023).
Ada pula Sleman Creative Week (20-22 Oktober 2023), Sleman Temple Run (5 November 2023), Ngayogjazz (18 November 2023) dan Jogja International Heritage Walk (18-19) November 2023).

Selain itu, terdapat beberapa atraksi pendukung di beberapa obyek wisata seperti di wisata Kaliurang dilengkapi sentra jadah tempe. Strategi lain, penyusunan masterplan dan Detail Engineering Design (DED) taman kuliner direvitalisasi menjadi Sleman Crearive Park.
Hal ini untuk mendorong pergerakan 17 sub sektor ekonomi kreatif (ekraf) di wilayah Kabupaten Sleman.

Baca Juga: Wajah nampang di iklan dinyinyirin netizen, Pj Walikota Salatiga: tak apa-apa jika dianggap pencitraan

"Saat ini ada tiga sub sektor ekonomi kreatif unggulan. Ada kriya bambu, sendi pertunjukan serta film dan animasi," terangnya.

Langkah lain, sinergi dan kolaborasi juga akan terus ditingkatkan. Maksudnya, kolaborasi dilakukan dengan event organizer untuk menggelar berbagai kegiatan menarik terutama di wilayah Sleman Barat.

"Selama ini wilayah Sleman Barat masih minim dikunjungi wisatawan. Kita perlu kolaborasi dengan event organizer agar menggelar acara di Sleman barat," imbuh Ishadi Zayid.

Tak kalah penting, dibutuhkan pula pembangunan sarana dan prasarana khususnya di 27 desa wisata, peningkatan kapasitas sumberdaya manusia (SDM) dan kelembagaan di desa wisata tersebut.*

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X