• Sabtu, 25 Juni 2022

Pers Harus Mengkritik dengan Santun

- Rabu, 27 April 2022 | 19:20 WIB
Hudono (kanan) bersama Akhid Nuryati dalam ramah tamah bersama PWK   (Foto: Amin Kuntari)
Hudono (kanan) bersama Akhid Nuryati dalam ramah tamah bersama PWK (Foto: Amin Kuntari)

KULON PROGO, harianmerapi.com - Peran pers di wilayah Kulon Progo semakin dibutuhkan seiring pembangunan yang berkembang di wilayah ini.

Pers jangan sampai tumpul dan berani mengkritik, namun harus dilakukan secara santun. Karenanya, wartawan tidak boleh menulis berita tanpa disertai verifikasi karena bisa merugikan narasumber.

Hal tersebut ditegaskan Ketua PWI DIY, Hudono, dalam ramah tamah bersama Ketua DPRD Kulon Progo, Akhir Nuryati dan para wartawan yang tergabung dalam Paguyuban Wartawan Kulon Progo (PWK) di wilayah Wates, Rabu (27/4/2022).

Baca Juga: Terbitkan SE Larangan Terima Gratifikasi, Bupati Bogor Ade Yasin Malah Terjaring OTT KPK

Ia menjelaskan, pers memiliki beragam fungsi yakni media informasi, media pendidikan, media hiburan, kontrol sosial dan lembaga ekonomi.

"DPRD adalah representasi dari rakyat sehingga harus terbuka dengan pers. Sebaliknya, pers harus melakukan fungsinya dalam mengkritik namun disesuaikan dengan budaya lokal yakni tetap santun. Dengan penyampaian kritik yang santun, DPRD selaku narasumber tidak akan marah, karena hanya seperti dicubit saja," urainya.

Hudono yang merupakan Wapimred Koran Merapi ini menambahkan, wartawan juga harus disiplin dalam melakukan verifikasi. Hal ini diyakini tidak akan merugikan narasumber dan menimbulkan persoalan.

Baca Juga: Candi Borobudur Puncak Peradaban Nusantara 1: Dikelilingi Tujuh Gunung dan Dua Sungai yang Mengalir

Jika menulis berita tentang pihak-pihak yang bersengketa, maka harus berimbang. Sebaliknya, narasumber yang merasa dirugikan bisa mengajukan hak jawab.

"Sinergi antara DPRD dan wartawan harus dibangun dengan manis," ucapnya.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X