• Sabtu, 21 Mei 2022

Jelang Imlek, Umat Tri Dharma Temanggung Membersihkan Kelenteng Kong Ling Bio: Berdoa untuk Indonesia

- Rabu, 26 Januari 2022 | 14:00 WIB
Umat Tri Dharma di Kota Temanggung membersihkan rupang dewa dan Tempai Ibadah Tri Dharma (TITD) Kong Ling Bio (Cahaya Sakti) (foto : Arif Zaini Arrosyid )
Umat Tri Dharma di Kota Temanggung membersihkan rupang dewa dan Tempai Ibadah Tri Dharma (TITD) Kong Ling Bio (Cahaya Sakti) (foto : Arif Zaini Arrosyid )

TEMANGGUNG, harianmerapi.com - Raja Siang merangkak naik ke langit biru. Sinarnya mulai menyengat ketika Umat Tri Dharma menggelar ritual memandikan rupang dewa di kelenteng Kong Ling Bio (Cahaya Sakti) Temanggung, Rabu (26/1/2022).

Ritual itu sebagai rangkaian perayaan Hari Raya Imlek 2573/2022. Sebelumnya, pada Selasa malam, masyarakat Tionghoa menggelar sembahyang mengantar dewa pergi ke langit untuk melaporkan catatan perbuatan manusia dalam satu tahun.

Di saat melapor tersebut, umat Tri Dharma membersihkan rupang dewa. Selain itu juga membersihkan kelenteng yang berada di pusat kota beserta lingkungannya. Dekorasi kelenteng pun ditata ulang.

Sekretaris Tempat Ibadah Tri Dharma Cahaya Sakti, Lidya Sie Lie Bing mengatakan tempat ibadah tetap buka di masa pandemi Covid-19 tetapi ada pembatasan jumlah pengunjung sekitar 50 persen.

Baca Juga: Pemkab Temanggung Sukses Tekan Angka Stunting, Ini Langkah-langkah yang Dilakukan

"Pada sembahyang mengantar dewa dapur ke langit, sekitar 8 orang, kami terapkan protokol kesehatan untuk mencegah paparan Covid-19," kata Lidya di sela pembersihan rupang dewa.

Dia mengatakan dalam tiap doa, umat Tri Dharma mendoakan agar warga negara Indonesia khususnya Temanggung menjadi jaya, gemah ripah loh jinawi, toto titi tentrem kerto raharjo.

Dikatakan pada sio Macam air, diharapkan meningkat kesejahteraannya, mempunyai umur panjang bermanfaat, kelimpahan harta benda dan pandemi Covid-19 segera berlalu serta kehidupan berjalan dengan baik.

Baca Juga: Ini Penyebab Kerusuhan di Maluku Tengah Sampai Banyak Rumah Dibakar

Dia menerangkan ritual membersihkan rupang, altar, dan tempat ibadah, agar terlihat bersih, rapi dan indah. Harapan dewa menjadi senang dan dapat mengabulkan permintaan. "Kami mandikan rupang dewa dengan air bunga dan diberi pengharum. Agar dewa senang dan permintaan dikabulkan," kata dia.

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pasca Lebaran, Harga Sembako Mulai Normal

Kamis, 19 Mei 2022 | 21:40 WIB
X