Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo mengatakan, banjir terjadi setelah hujan deras turun sejak Selasa (14/4) siang hingga Rabu (15/4) dini hari.
Banjir disebabkan karena Sungai Bengawan Solo dan sejumlah sungai lain dibeberapa wilayah meluap. Banjir semakin diperparah dengan adanya kiriman air dari daerah lain dialiran Sungai Bengawan Solo dan sungai lainnya.
"Sekarang masih dilakukan penanganan. Kami kami lakukan pendataan dan sudah ada warga terdampak banjir mengungsi ke tempat aman karena rumah dan lingkungan berbahaya debit air terus naik akibat Sungai Bengawan Solo meluap," ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo Toni Sri Buntoro mengatakan, Dishub Sukoharjo bersama dengan jajaran Satlantas Polres Sukoharjo sudah menerjunkan petugas melakukan pengaturan arus lalu lintas kendaraan. Dampak banjir mengakibatkan jalan terendam air dengan cukup tinggi dan menganggu aktivitas masyarakat.
"Jalur utama Manang, Grogol dan Gentan, Baki ke Pajang, Solo terendam banjir dengan ketinggian air cukup tinggi. Sudah dilakukan pengaturan arus lalu lintas kendaraan oleh petugas gabungan di simpang empat Gentan Baki," ujarnya.
Toni menambahkan, kondisi jalan terdampak banjir juga terjadi di wilayah Tanjunganom, Solo Baru, Grogol. Jalan tersebut terendam air cukup tinggi sehingga menganggu aktivitas masyarakat.
"Baik di Tanjunganom, Solo Baru, Grogol dan Gentan, Baki merupakan jalan akses utama masyatakat dari Kabupaten Sukoharjo ke Kota Solo atau sebaliknya. Akses jalan disana dilakukan pengaturan oleh petugas. Tetap bisa dilewati tapi perlahan," katanya.
Tingginya air banjir yang menggenangi jalan berdampak pada sejumlah kendaraan bermotor yang mati mesin. Dampak lainnya membuat sejumlah aktivitas perekonomian terganggu setelah banyak tempat usaha juga terdampak banjir. (*)