Pemkal Sumberagung Moyudan gelar Bimtek penulisan toponimi padukuhan, hadirkan pemateri dari Pasbuja Kawi Merapi Sleman  

photo author
Sulistyanto, Harian Merapi
- Jumat, 9 Januari 2026 | 07:45 WIB
Suasana Bimtek bagi penulis profil ataupun toponimi padukuhan di Sumberagung Moyudan. (Foto: Dok.Panitia)
Suasana Bimtek bagi penulis profil ataupun toponimi padukuhan di Sumberagung Moyudan. (Foto: Dok.Panitia)

 

HARIAN MERAPI- Pada tahun ini, Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Sumberagung Moyudan Sleman mempunyai agenda kegiatan terkait hari jadi atau ulang tahun kalurahan setempat.

Salah satu kado bermanfaat terkait literasi yang diupayakan bisa dilaunching saat rangkaian hari jadi, yaitu buku sejarah asal-usul penamaan (toponimi) atau profil padukuhan di Sumberagung.

Buku ditargetkan sudah selesai serta bisa dilaunching pada April 2026 mendatang, saat digelar rangkaian acara hari jadi Sumberagung.

Baca Juga: Sindikat Love Scamming Internasional di Jalan Gito Gati Raup Puluhan Miliar per Bulan

Setelah Bimtek, sebagian penulis sudah mulai mengumpulkan data-data ataupun bisa segera wawancara dengan narasumber guna mengumpulkan data-data/materi tulisan.

Demikian diungkap Kamituwo Sumberagung, Nasrul Hakim SE, usai pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para penulis profil/toponimi padukuhan di Sumberagung.

Rangkaian Bimtek dilaksanakan di kompleks kantor Pemkal setempat, Kamis (8/1/2026). Jumlah penulis ada 19, disesuaikan dengan jumlah padukuhan.

“Sebenarnya di Sumberagung ada 21 padukuhan, tapi karena ada Padukuhan Kaliduren I, II dan III, maka ketiga padukuhan ini digabung dan cukup ditulis oleh satu penulis,” ungkap Nasrul.

Baca Juga: Dilakukan secara tertib dan terkontrol, ratusan kayu hanyutan siap dioptimalkan untuk warga di Aceh dan Sumut

Para penulis di masing-masing padukuhan, sebutnya, ada yang dukuh di padukuhan masing-masing maupun warga padukuhan setempat. Ada yang baru saja lulus kuliah, ada pula pensiunan dengan umur sekitar 60 tahun. Narasumber penulisan bisa dari warga padukuhan yang tahu sejarah/profil padukuhan.

Bisa juga yang tinggal di tempat lain, tapi layak menjadi narasumber/tahu sejarah ataupun cerita-cerita terkait profil padukuhan yang akan ditulis. Bahkan, sangat dibolehkan jika narasumbernya lebih dari satu.

“Sebelum Ramadan tahun ini, tulisan harus sudah terkumpul. Sebab, masih melalui beberapa tahapan lagi untuk dapat menjadi buku dengan kualitas bagus,” tegas Nasrul.

Adapun pemateri Bimtek tersebut berasal dari Paguyuban Satra-Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi Sleman, yaitu Sutopo Sgh, Budi Sardjono serta Achiyadi.

Baca Juga: Fastabiqul khairat

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X