Ketua Umum Partai Gerindra ini juga membeberkan rencananya memanggil para penegak hukum untuk memberantas kasus korupsi.
“Saya akan panggil Jaksa Agung dan semua penegak hukum, ternyata koruptor-koruptor itu luar biasa lihainya dan merugikan bangsa cukup parah,” tambahnya.
Prabowo kemudian menyentil praktik korupsi yang terlihat ‘legal’ padahal sedang melakukan tindakan yang merugikan negara.
Korupsi ini, menurut Prabowo dilakukan dengan cara yang samar sehingga tak terdeteksi hingga memunculkan anggapan tindakannya seolah-olah legal.
Baca Juga: Anggota DPR: Penutupan sementara SPPG bermasalah langkah tepat, tapi bukan solusi akhir
“Ini pinternya orang pinter, pinter nyolong,” imbuhnya.
Korupsi adalah Perampokan Sistemik
Dalam tindakan korupsi tersebut, kata Prabowo adalah bentuk dari perampokan sistemik.
“Sistem yang dibuat dan kelengahan elite kita selama ini, sehingga kekayaan kita terkeruk,” ucapnya.
Baca Juga: Prabowo tegaskan tidak dendam kepada Anies Baswedan meski dikasih skor 11 saat debat Capres
Prabowo kemudian mengklaim bahwa ada pihak yang tersinggung dengan caranya memberantas korupsi dan menyebut investigasi kasus kerusuhan demo Agustus 2025 ada indikasi keterlibatan pihak tertentu untuk membuat gaduh.
“Mereka ingin menghentikan pembangunan dan kebangkitan ekonomi Indonesia, mereka ingin meneruskan paradoks yang kita alami sekarang. Kekayaan begitu besar hanya dinikmati oleh segelintir orang saja, ini yang akan saya lawan,” tegasnya.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh partai politik di Indonesia untuk bersama-sama ikut dalam pemberantasan korupsi.
Baca Juga: Ketua Komisi X DPR dorong evaluasi Program MBG, tapi bukan berarti dihentikan
Selamatkan Uang Negara untuk Pelaksanaan MBG