Rehabilitasi saluran Jalan Palem Raya Grogol mulai dikerjakan guna atasi masalah banjir

photo author
Wahyu Imam Ibadi, Harian Merapi
- Jumat, 4 Juli 2025 | 19:00 WIB
Ilustrasi perbaikan drainse
Ilustrasi perbaikan drainse

Lelang rehabilitasi saluran drainase jalan palem raya Grogol dimulai dengan pengumuman pascakualifikasi pada 10-21 April 2025, download dokumen pemilihan 10-21 April 2025, upload dokumen penawaran 15-21 April 2025,

pembukaan dokumen penawaran 21 April 2025, evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis dan harga 21 April-8 Mei 2025, pembuktian kualifikasi 28 April-8 Mei 2025, penetapan pemenang 9 Mei 2025,

pengumuman pemenang 9 Mei 2025, masa sanggah 10-14 Mei 2025, surat penunjukan penyedia barang jasa 15 Mei 2025, penandatanganan kontrak 16-23 Mei 2025.

DPUPR Sukoharjo lega proses lelang dapat berjalan lancar dan selesai sesuai jadwal. Dengan demikian maka bisa diketahui pemenang lelang dan proyek segera dikerjakan.

"Pemkab Sukoharjo sudah memberikan perhatian besar infrastruktur untuk masyarakat. Jadi yang diperbaiki tidak hanya jalan saja, tapi juga ada jembatan termasuk saluran drainase disekitar jalan itu sendiri," lanjutnya.

Bowo mengatakan, saluran air atau drainase menjadi salah satu perhatian utama infrastuktur yang dipantau saat musim hujan. Sebab saluran air yang tersumbat menjadi sumber masalah genangan dan banjir.

Penyumbatan terjadi karena berbagai faktor salah satunya tumpukan sampah. Selain itu juga sedimentasi pasir mengakibatkan daya tampung air di saluran berkurang.

Keberadaan saluran air tersebut tersebar disemua wilayah di Kabupaten Sukoharjo. Karena itu butuh perhatian semua pihak tidak hanya dari DPUPR Sukoharjo saja, melainkan juga melibatkan masyarakat.

"Saluran air atau drainase perlu di cek lagi agar siap digunakan mengalirkan air saat musim hujan. Apabila ada sampah atau sedimentasi maka bisa dibersihkan lebih dulu agar fungsi saluran air untuk mengalirkan air bisa normal digunakan," lanjutnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo, mengatakan, curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir berdampak terjadinya genangan air dan banjir khususnya di wilayah bangunan padat penduduk. Hal ini terjadi karena semakin sedikitnya daerah resapan air yang mengakibatkan terjadinya genangan air.

Disisi lain, curah hujan tinggi membuat saluran air cepat penuh. Kondisi saluran air sendiri tertutup cor bangunan sehingga mempersulit kontrol. Akibatnya terjadi banjir dan air luapan dari saluran masuk ke rumah, tempat usaha dan lainnya.

Baik genangan dan banjir ditemukan BPBD Sukoharjo sejak beberapa hari terakhir seperti di wilayah Desa Gentan, Kecamatan Baki dan beberapa desa di wilayah Kecamatan Grogol seperti di kawasan Solo Baru.

"Curah hujan memang sangat tinggi dan evaluasi kami karena daerah resapan air berupa tanah lapang terbuka semakin sempit dan berkurang karena berubah fungsi bangunan sehingga air hujan tidak cepat hilang meresap ke tanah dan terjadi genangan. Kemudian curah hujan tinggi juga mengakibatkan banjir karena fungsi saluran air berkurang terdapat sedimentasi pasir atau tanah dan sampah dan diperparah tertutup cor bangunan sehingga mempersulit kontrol," ujarnya.

BPBD Sukoharjo meminta kepada masyarakat untuk ikut peduli dengan kondisi lingkungan seperti membuat resapan air dan saluran air tidak ditutup total cor bangunan. Penataan tata ruang perlu dilakukan bersama melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

"Dari OPD mungkin sudah berjalan sesuai aturan terkait tata ruang. Tapi masyarakat terkadang kurang peduli dimana saluran air yang seharusnya terbuka untuk mempermudah kontrol justru ditutup cor bangunan untuk parkir kendaraan atau dibuat warung," lanjutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Pemkab Sukoharjo awasi ketat ASN saat WFH

Minggu, 12 April 2026 | 12:00 WIB
X