172 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah serentak gelar Aksi Bela Palestina, UMY sampaikan 5 poin penting

photo author
Sulistyanto, Harian Merapi
- Selasa, 7 Mei 2024 | 16:42 WIB
Suasana Aksi Bela Palestina di halaman Gedung Kembar AR Fakhruddin A-B komplek UMY.  (Foto: Sulistyanto)
Suasana Aksi Bela Palestina di halaman Gedung Kembar AR Fakhruddin A-B komplek UMY. (Foto: Sulistyanto)

HARIAN MERAPI - Sebanyak 172 perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah secara serentak menggelar Aksi Bela Palestina di kampus masing-masing, Selasa (7/5/2024).

Sebagai penggagas Aksi Bela Palestina, yakni Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA). Tujuannya, untuk menunjukkan solidaritas terhadap Palestina dan mengutuk penindasan oleh Israel.

Khususnya di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Aksi Bela Palestina dilaksanakan di halaman Gedung Kembar AR Fakhruddin A-B. Bahkan, ada bendera Merah-Putih ukuran besar (di Gedung AR Fakhruddin A) dan bendera Palestina (di Gedung AR Fakhruddin B).

Sebagian civitas academica UMY berorasi dalam kesempatan tersebut, misalnya dosen UMY sekaligus Wakil Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Rahmawati Husein MCP PhD.

Baca Juga: Kecelakaan Lalu Lintas Dua Sepeda Motor di Gunungkidul, Satu Pengencara Tewas

“Seluruh kampus Muhammadiyah dan‘Aisyiyah melaksanakan Aksi Bela Palestina, diharapkan bisa menjadi tonggak penting dalam upaya internasional untuk mendukung hak-hak Palestina dan mengecam penindasan oleh Israel,” tandasnya.

Sedangkan Dekan Fakultas Hukum UMY, Prof Iwan Satriawan SH MCL PhD mengungkapkan, sejumlah alasan penting mengapa Indonesia terus mendukung perjuangan Palestina.

"Palestina adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Selain itu, konstitusi negara kita sangat jelas menyatakan, penjajahan harus dihapuskan di muka bumi," tegas Prof Iwan.

Hal senada ditegaskan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan AIK UMY, Prof Faris Al Fadhat SIP MA PhD, perjuangan mendukung Palestina bukan semata-mata karena perjuangan berdasarkan agama dan etnis semata.

Baca Juga: Seto Nurdiyantoro Kembali ke Dunia Sepakbola dengan Menjadi Pelatih PSIM Jogja Setelah Mendapat Restu dan Dorongan Keluarga

“Tetapi, merupakan amanat konstitusional Republik Indonesia. Jadi, dengan membela Palestina sama halnya mendukung pembebasan segala bentuk dari penindasan dan kolonialisme,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Prof Faris juga menyampaikan pernyataan sikap UMY atas genosida yang terjadi di Gaza, Palestina oleh pemerintah Israel. Berikut ini lima poin yang disampaikan :

1. Kami ikut membela seluruh perjuangan rakyat Palestina, mengutuk keras agresi yang telah dilakukan oleh negara Israel terhadap rakyat yang ada di Gaza. Apapun bentuk agresi telah melanggar segala bentuk hukum baik nasional maupun internasional.

2. Mengecam sikap negara-negara Barat terutama negara Amerika Serikat, negara seperti Perancis, yang tidak hanya membela tapi juga menjual senjata kepada pemerintah Israel, sekaligus kami juga mendukung upaya-upaya dari negara-negara lain yang telah mendukung Palestina seperti Spanyol, Polandia, Swedia, dan lain-lain.

Baca Juga: Menanti Racikan Seto Nurdiyantoro untuk PSIM Jogja pada Liga 2 Musim Depan, Yudha Alkanza Masuk Radar

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ikan sapu-sapu, Pram dan ekosistem lingkungan

Selasa, 14 April 2026 | 16:00 WIB
X