4 perempuan pelaku perundungan anak di Batam diamankan, ini kronologinya

photo author
Hudono, Harian Merapi
- Minggu, 3 Maret 2024 | 07:30 WIB
Kepolisian Resor Kota (Polresta) Barelang, Kepulauan Riau saat melakukan konferensi pers pengungkapan tindak pidana kekerasan terhadap anak  (ANTARA/Jessica)
Kepolisian Resor Kota (Polresta) Barelang, Kepulauan Riau saat melakukan konferensi pers pengungkapan tindak pidana kekerasan terhadap anak (ANTARA/Jessica)


HARIAN MERAPI - Sebanyak empat orang wanita ditangkap polisi karena diduga melakukan perundungan terhadap anak di Batam.


Empat orang pelaku tersebut, yaitu N umur 18 tahun 10 bulan, RRS 14 tahun, M 15 tahun, AK 14 tahun.


Demikian disampaikan Kapolresta Barelang, Kepulauan Riau, Kombes Pol Nugroho Tri di Batam, Sabtu .

Baca Juga: Ramalan cinta zodiak Leo dan Virgo Minggu 3 Maret 2024 jangan ragu untuk mengakui perasaan Anda

"Tim dari Reskrim Polresta Barelang maupun Polsek Lubuk Baja bertindak cepat dengan laporan adanya dua korban yang mengalami penganiayaan berinisial SR, 17 tahun dan EF, 14 tahun," kata Nugroho.

Berdasarkan informasi yang didapati penyidik, pelapor dan pelaku terlibat saling menjelek-jelekan, sehingga terdapat motif pelaku melakukan tindakan perundungan dengan kekerasan akibat merasa kesal dengan korban.

"Motifnya ya di sini, pelapor dan pelaku ini saling membully-lah. Korban dari informasi dari keterangan penyidik, sering menjelek-jelekan pelaku, informasinya seperti itu," ujar dia.

Baca Juga: Ramalan cinta zodiak Aries dan Taurus Minggu 3 Maret 2024 jangan terburu-buru memutuskan hubungan

Selain itu, juga ada tuduhan dari pelaku bahwa korban mencuri barang pelaku yang kemudian pelaku tidak terima.

"Barangnya apa ini nanti masih didalami penyidik kami, termasuk motif human trafficking, ini masih kami dalami tindak pidana kekerasan terhadap anak," kata Nugroho.

Atas hal tersebut, pihak kepolisian menjerat dengan dua pasal yang berbeda, mengingat tiga dari empat pelaku merupakan anak di bawah umur, dan satu pelaku lainnya sudah dinyatakan dewasa.

Kata Nugroho, pelaku dijerat Pasal 80 (1) jo. Pasal 76 c UU 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara paling lama 3 tahun 6 bulan dan/atau denda paling banyak Rp 72 juta, dan juga dijerat dengan Pasal 170 Ayat (1) KUHP tentang pengeroyokan secara bersama-sama dengan ancaman penjara 7 tahun.

Baca Juga: Polres Sukoharjo laksanakan apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Candi 2024

"Dalam hal ini kami mengimbau kepada masyarakat Kota Batam, terutama para orang tua dan guru untuk mengawasi anak-anaknya bergaul setiap hari supaya tidak melakukan kegiatan atau tindakan melanggar hukum seperti ini," kata dia.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hudono

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X