Tertarik sistem tata kelola manajemen dan keuangan, PMI Kalteng studi banding ke PMI Sleman

photo author
Awan Turseno, Harian Merapi
- Kamis, 21 Desember 2023 | 21:25 WIB
Bendahara PMI Kalteng, Eryana Rahmadaniah melakukan tukar cinderamata dengan Ketua PMI Sleman, Sunartono  (Dok. PMI Sleman )
Bendahara PMI Kalteng, Eryana Rahmadaniah melakukan tukar cinderamata dengan Ketua PMI Sleman, Sunartono (Dok. PMI Sleman )

HARIAN MERAPI - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tertarik terhadap sistem tata kelola manajemen dan keuangan yang dilakukan oleh PMI Kabupaten Sleman.

Alasan itu menjadikan PMI Kalteng akan berupaya meniru, sehingga tata kelola manajemen dan keuangan PMI Kalteng bisa menjadi lebih baik.

Hal itu disampaikan Bendahara PMI Provinsi Kalteng, Eryana Rahmandiah disela-sela studi banding bersama sejumlah pengurusnya melakukan studi banding tentang tata kelola manajemen dan pengelolaan keuangan PMI Sleman, di markas PMI Sleman, Rabu (20/12/2023) sore.

Menurut Eryana, pemasukan dana PMI Kalteng hanya berasal dari satu sumber yaitu hibah pemerintah daerah setempat. Sementara pemasukan dana di PMI Sleman berasal dari berbagai sumber, antara lain sumbangan masyarakat melalui program bulan dana PMI, dari usaha klinik kesehatan serta bantuan berbagai pihak yang tidak mengikat.

Baca Juga: Supaya liburan aman, masyarakat bisa titip kendaraan di Polres Kulon Progo. Gratis!

“Dari keterangan Ketua PMI Sleman, Sunartono, PMI Sleman juga sering mendapat bantuan dari Pemda Sleman. Diantaranya berbagai jenis barang yang dipergunakan untuk menunjang layanan sosial kemanusiaan yang dilakukan oleh PMI Sleman,” kata Eryana.

Lebih mengagumkan lagi, pengelolaan aset dan keuangan PMI Sleman sudah diaudit oleh lembaga akuntan publik, hingga 8 kali berturut-turut meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Oleh karena itu, hasil studi banding tersebut akan dilaporkan kepada pimpinan dan sejumlah pengurus PMI Kalteng. Pihaknya akan meminta pimpinan agar berbagai langkah positif yang dilakukan PMI Kabupaten Sleman bisa diterapkan di PMI Kalteng.

Ketua PMI Kabupaten Sleman, Sunartono menjelaskan bahwa PMI Sleman memiliki 55 orang karyawan yang tugasnya dibagi menjadi tiga bidang. Yaitu di bidang kemarkasan, Unit Donor Darah (UDD) dan klinik layanan kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Ketua KPU Kulon Progo : Tayangan kampanye di media massa harus berimbang

Meski demikian, pengelolaan keuangan dan manajemennya dilakukan dalam satu pintu. Artinya, tidak setiap bidang mengelola keuangan sendiri-sendiri, tetapi semua pengelolaan keuangan tetap menjadi satu pintu.

“Pengelolaan keuangan satu pintu dengan maksud untuk meminimalisir terjadinya kebocoran. Terbukti hasilnya menjadi lebih baik,” kata Sunartono.

Demikian juga dalam managemen kepegawaian dilakukan satu pintu. Yaitu semua dibawah kendali pengurus, karyawan hanya melaksanakan kebijakan pengurus.

Sebelum berkunjung ke PMI Sleman, para pengurus PMI Kalteng ini terleih dahulu melakukan studi banding ke PMI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan materi yang sama.

Kemudian dilanjutkan kunjungan ke PMI Sleman dan diakiri dengan tukar cinderamata oleh Ketua PMI Kalteng yang diwakili Eryana Rahmadaniah kepada Ketua PMI Sleman, Sunartono.

Selain itu, para pengurus PMI Kalteng juga melihat berbagai layanan sosial kemanusiaa yang dilakukan oleh PMI Sleman.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X