• Sabtu, 26 November 2022

Pikun bukan monopoli lansia, tapi bisa menyerang orang muda, begini cara menanggulangi

- Senin, 3 Oktober 2022 | 11:30 WIB
Ilustrasi seorang pria yang terkena demensia ( Pixabay)
Ilustrasi seorang pria yang terkena demensia ( Pixabay)



HARIAN MERAPI - Pikun ternyata bisa menyerang orang yang masih muda. Penyebabnya beragam, misalnya akibat trauma otak setelah kecelakaan, penggunaan NAPZA, akibat HIV dan sebagainya.


Menurut dokter spesialis saraf dr Pukovisa Prawiroharjo, SpS(K), Ph.D, pikun bukan monopoli lansia tetapi bisa menyerang orang yang masih berusia muda.

"Biasanya terjadi akibat trauma otak setelah kecelakaan, penggunaan NAPZA, atau akibat HIV," ujar staf pengajar di Departemen Neurologi FKUI-RSCM itu melalui siaran pers RSUI, Minggu (2/10).

Baca Juga: Ini penting buat penderita diabetes, dokter: modifikasi gaya hidup

Pukovisa menuturkan, orang-orang dapat menanggulangi pikun salah satunya dengan mengenali tanda dan gejala LALILULELO yang merupakan akronim dari Labil (sering labil emosi atau pendiriannya), Linglung, Lupa, Lemot, dan Logika menurun.

 

Selain itu, menanggulangi pikun juga bisa dengan menerapkan formula 4-4-2 untuk menganalogikan persyaratan otak tetap sehat. Formula ini antara lain bebas empat pengganggu otak yakni zat neurotoksik dan adiktif, penyakit karidovaskular dan neurotoksik, pengalaman yang merusak otak, serta penyakit otak).

Kemudian empat bahan baku optimal yang dapat menjaga kesehatan otak yakni nutrisi, istirahat yang cukup, olahraga dan aktivitas seni, serta koleksi memori yang bernilai misalnya memilih memori atau pembelajaran sesuai prioritas untuk pengembangan diri.

Baca Juga: Jaring aspirasi masyarakat, anggota DPRD Bantul Rony Wijaya prioritaskan pembangunan fisik, perbaikan ekonomi

Terakhir, sambung Pukovisa, yakni dua karakter mulia berupa kecerdasan dan kreativitas.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X