• Senin, 27 Juni 2022

Para Lansia Disarankan Batasan Jumlah GGL, Ini Lho Takarannya...

- Kamis, 26 Mei 2022 | 20:35 WIB
Ilustrasi lansia.  (ANTARA/Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels)
Ilustrasi lansia. (ANTARA/Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels)

JAKARTA, harianmerapi.com - Kelompok lanjut usia (lansia) disarankan membatasi asupan gula, garam, dan lemak (GGL) untuk mencegah kemungkinan munculnya penyakit tertentu.

Menurut buku lanjut usia dari Kementerian Kesehatan, konsumsi GGL yang dianjurkan yaitu gula maksimum empat sendok makan (50 gram/hari), garam maksimum satu sendok teh (2 gram/hari), dan lemak maksimum lima sendok makan minyak sayur (67 gram/hari).

Ahli gizi dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Dr. Atmarita, MPH menyatakan, pada lansia dengan kondisi sehat, konsumsi camilan, kopi, goreng-gorengan, atau junk food masih diperbolehkan asalkan sesuai dengan batasan jumlah konsumsi yang ditetapkan.

Baca Juga: Cerita Mistis Menjadi Janda Sampai Tujuh Kali karena Suami Meninggal Dunia Tak Wajar

Namun Atmarita juga mencatat bahwa setiap orang memiliki batasan jumlah GGL tertentu sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing.

“Penduduk Indonesia sudah eksesif konsumsi GGL-nya, jadi musti dilihat (dicek) lagi. Kalau misalnya dia sudah makan nasi (sumber karbohidrat) berlebih, kemudian masih harus minum kopi, ya, kopinya tidak perlu pakai gula, atau hindari makanan manis. Prinsipnya kebutuhan GGL itu bisa tidak berlebihan,” kata Atmarita saat dihubungi Kamis (26/5/2022).

Studi oleh Atmarita beserta rekan di jurnal Persagi menunjukkan bahwa 29,7 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 77 juta jiwa telah mengonsumsi GGL melebihi rekomendasi WHO. Studi tersebut dilakukan dengan menganalisis data Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) 2014.

Baca Juga: Sewu Dino Bagian 43: Siksaan Berhenti dan Ini Reaksi Iblis di Tubuh Dela Ketika Bertemu Mbah Krasa! Seperti…

Atmarita mengatakan sejumlah risiko penyakit yang dapat muncul terkait dengan konsumsi GGL berlebih termasuk obesitas, hipertensi, diabetes, dan sebagainya.

“Obesitas sudah tinggi. Kemudian penyakit tidak menularnya berdampak juga. Jadi ada orang misalnya obesitas, hipertensi, dan diabetes, komplikasi itu sudah lebih dari 50 persen (yang menderita di Indonesia) di atas usia 18 tahun. Jadi memang risikonya sudah tinggi sekali,” katanya.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X