• Sabtu, 4 Desember 2021

PFN Akan Diubah Menjadi Lembaga Pembiayaan Film. Apa Keuntungannya?

- Minggu, 29 Agustus 2021 | 19:43 WIB
Tangkapan layar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno (kiri) dan Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) saat menjadi pembicara dalam seminar daring di Jakarta, Minggu (29/8/2021) (ANTARA/Aji Cakti)
Tangkapan layar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno (kiri) dan Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) saat menjadi pembicara dalam seminar daring di Jakarta, Minggu (29/8/2021) (ANTARA/Aji Cakti)

JAKARTA, harianmerapi.com - Pemerintah sepakat untuk mengubah BUMN Produksi Film Negara (PFN) menjadi lembaga pembiayaan film bagi sineas serta industri film nasional. Sebab salah satu masalah dalam industri perfilman adalah pendanaan.

"PFN seperti yang sudah saya konsultasikan dengan bapak Menparekraf Sandiaga Uno sejak awal, PFN tidak boleh lagi sebagai pembuat film. Biarkan saja anak-anak muda Indonesia yang membuat film," ujar Menteri BUMN Erick Thohir dalam seminar daring di Jakarta, Minggu (29/8/2021).

Menurut Menteri BUMN, pihaknya saat ini sedang berupaya mencari model yang baik agar PFN menjadi lembaga pembiayaan film.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno juga sepakat dengan rencana Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengubah PFN menjadi lembaga pembiayaan film.

"Bapak Menteri BUMN Erick Thohir menyebut PFN, saya sepakat sekali bahwa PFN itu positioning-nya adalah bukan PFN berkompetisi dengan pelaku industri perfilman, namun apa yang dibutuhkan terkait kehadiran pemerintah dalam sektor film adalah pembiayaan," ujar Sandiaga.

Baca Juga: Total Transaksi Pasar Digital UMKM Per Agustus Mencapai Rp10,3 Triliun

Terkait rencana PFN menjadi lembaga pembiayaan film, Menparekraf mendukung kalau tahun depan dirinya berkolaborasi dengan Menteri BUMN Erick Thohir.

"Kolaborasi tidak hanya terjadi di dunia usaha, kolaborasi juga bisa dilakukan di pemerintahan bahwa PFN kami kasih suatu keleluasaan untuk mengelola dana pembiayaan film misalnya Rp300 miliar untuk memberikan pendanaan kepada film-film yang memiliki potensi luar biasa," ujar Sandiaga.

Sebelumnya Kementerian BUMN segera mengarahkan Perum Produksi Film Negara atau PFN sebagai lembaga keuangan perfilman atau film financing yang akan mendanai produksi film-film Indonesia.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan bahwa PFN ke depan juga akan banyak berubah. PFN bukan lagi bertarung dengan pembuat film, Kementerian BUMN malah mengarahkan PFN menjadi lembaga keuangan perfilman atau film financing.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harbokir JNE Kembali Digelar, Catat Tanggalnya

Jumat, 26 November 2021 | 09:32 WIB
X