• Jumat, 12 Agustus 2022

Hadapi Tantangan Ekonomi Jelang Pemilu 2024, Pengamat Eknomi Soroti Pentingnya Satgas Pangan

- Senin, 27 Juni 2022 | 11:35 WIB
Pengamat Ekonomi Bhima Yudhistira (Foto: dokumentasi pribadi)
Pengamat Ekonomi Bhima Yudhistira (Foto: dokumentasi pribadi)


 
JOGJA,harianmerapi.com-Tantangan ekonomi hingga tahun 2024 mendatang perlu segera diantisipasi sejak dini, salah satunya adalah masalah stabilitas harga dan pasokan pangan. Sedang saat ini berbagai negara tengah menghadapi krisis pangan akibat berlanjutnya perang Rusia-Ukraina, gangguan rantai pasok, cuaca ekstreem, hingga naiknya biaya input pertanian.

Menurut riset World Economic Forum, saat ini tengah terjadi living cost crisis, atau krisis akibat kenaikan biaya hidup khususnya di negara maju. Tingkat inflasi Indonesia sejauh ini masih berada di level rendah yakni 3,5% yoy, dibanding Eropa dan AS yang berada di atas 8%. Namun, pemerintah tidak boleh terlena.

Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Eksekutif Celios (Center of Economic and Law Studies) Bhima Yudhistira mengatakan, salah satu peran Pemerintah yang penting dalam menghadapi ketidakpastian dan tantangan pangan adalah pembentukan Satgas (Satuan Tugas) Pangan.

Fungsi Satgas Pangan sebagai pengawas rantai pasok bahan pangan baik impor maupun pangan yang bersumber di dalam negeri menjadi modal keseriusan Pemerintah yang harus didukung.

Baca Juga: Menjelang Ramadhan, Satgas Pangan Polri Terjunkan Tim untuk Cek Ketersediaan Pangan

“Setiap ada sinyal kenaikan harga pangan, akan muncul risiko penimbunan. Tugas Satgas Pangan sebagai garda terdepan tentu diharapkan bukan saja membongkar praktik penimbunan, tapi juga melakukan upaya pencegahan seperti menghidupkan early warning system (peringatan dini) di titik distribusi yang rawan apabila ada kejanggalan terkait jumlah pasokan maupun harga," ujar Bhima dalam rilis yang dikirim ke harianmerapi.com, Senin (27/6/2022).

Bhima menambahkan pada saat jelang Pemilu 2024 mendatang, dimungkinkan akan muncul potensi-potensi impor bahan pangan.

Hal ini perlu diantisipasi dengan memaksimalkan ketugasan satgas pangan secara optimal. Sejauh ini kerja-kerja Satgas Pangan perlu mendapatkan dukungan dari seluruh pihak. Bhima menambahkan jika perlu diapresiasi upaya Satgas Pangan dalam menangani berbagai kasus pangan, misalnya kasus minyak goreng repacking, hingga kebocoran minyak goreng keluar negeri selama terjadi pelarangan ekspor beberapa waktu lalu.

"Satgas Pangan cukup sigap dalam memberantas praktik spekulan pangan, sehingga memberikan shock therapy kepada oknum yang ingin meraup untung berlebih ditengah kenaikan harga pangan. Harapan kedepan Satgas Pangan juga dapat melakukan pengetatan pengawasan khususnya di titik perbatasan," ujarnya.

Baca Juga: Satgas Pangan Polres Sleman Pantau Ketersediaan Minyak Goreng di Pasaran

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X