• Jumat, 12 Agustus 2022

Perekonomian Mulai Pulih tapi Perlu Dorongan Agar Tumbuh lebih Cepat Lagi, Begini Menurut LPS

- Sabtu, 1 Januari 2022 | 16:15 WIB
Suasana gedung perkantoran diamati dari kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.  (ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna)
Suasana gedung perkantoran diamati dari kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. (ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna)

JAKARTA, harianmerapi.com - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menilai perekonomian nasional saat ini yang mulai pulih dari dampak pandemi Covid-19 masih memerlukan dorongan agar dapat tumbuh lebih cepat lagi.

"Langkahnya antara lain dengan menjaga suku bunga penjaminan LPS pada level yang tetap memberikan ruang terhadap suku bunga simpanan untuk berada pada level yang rendah, sehingga suku bunga pinjaman dapat melanjutkan tren penurunan yang sedang terjadi saat ini. Tentu saja hal ini dilakukan dengan tetap memperhatikan perkembangan stabilitas sistem keuangan dan likuiditas perbankan," ujar Purbaya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (1/1/2022).

Pada masa pandemi, LPS sudah menurunkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) hingga mencapai level terendah sepanjang sejarah.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Besok Minggu, 2 Januari 2022 untuk Cancer, Leo, dan Virgo: Waktunya Mengurai Benang Kusut

Penurunan TBP diharapkan dapat membantu bank menurunkan biaya dana yang kemudian turut mendorong penurunan suku bunga kredit.

"Suku bunga kredit untuk konsumsi sudah turun ke angka 10,6 persen, untuk modal kerja sekitar 8,85 persen dan untuk investasi ke level 8,5 persen. Menurut pemantauan kami grafiknya turun terus dari bulan ke bulan," kata Purbaya.

Hal itu juga selaras dengan kebijakan bank sentral dengan koordinasi kuat seluruh anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menciptakan kondisi finansial saat yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Dugaan Ujaran Kebencian Bahar Smith, Penyidik Sita Enam Barang Bukti

"Ini akan terus kami pertahankan, sehingga tren penurunan bunga masih bisa berlangsung. Kuncinya adalah supply uang yang ada di sistem keuangan cukup," ujar Purbaya.

Dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional, LPS juga memperpanjang masa relaksasi denda keterlambatan pembayaran premi penjaminan kepada bank peserta penjaminan LPS hingga 2022.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X