• Sabtu, 29 Januari 2022

Kalangan Pengusaha Khawatir Atas Putusan MK Terhadap UU Cipta Kerja

- Jumat, 26 November 2021 | 17:00 WIB
Tangkapan layar Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani (kedua kiri) dalam konferensi pers terkait putusan MK terhadap UU CIpta Kerja di Jakarta, Jumat (26/11/2021).  (ANTARA/Ade Irma Junida)
Tangkapan layar Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani (kedua kiri) dalam konferensi pers terkait putusan MK terhadap UU CIpta Kerja di Jakarta, Jumat (26/11/2021). (ANTARA/Ade Irma Junida)

JAKARTA, harianmerapi.com - Kalangan pengusaha mengaku khawatir terkait banyaknya pandangan dan isu yang berkembang seiring dengan keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU CK).

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani dalam jumpa pers daring di Jakarta, Jumat (26/11/2021), mengatakan putusan tersebut menimbulkan multitafsir yang kontraproduktif terhadap upaya untuk memperbaiki kondisi ekonomi.

"Putusan MK yang diputuskan kemarin ini, setelah kami cermati dari diputuskan kemarin siang sampai pagi ini, menimbulkan multitafsir yang menurut kami sangat tidak produktif dan bisa membawa persepsi negatif terhadap konsistensi kita dalam melakukan upaya untuk membawa ekonomi kita lebih maju," katanya.

Baca Juga: Prediksi PSS Sleman Vs Persita Tangerang di Liga 1: Duel Dua Tim Pincang di Stadion Manahan Solo

Lebih buruk lagi, isu-isu yang berkembang itu pun dikhawatirkan akan mengganggu upaya pemerintah untuk mendorong penciptaan lapangan kerja yang diamanahkan dalam UU CK.

"Ini menurut saya sangat serius karena dimaknai oleh beberapa pendapat yang muncul salah satunya, bahwa kalau UU Cipta Kerja sudah diputuakan cacat formil oleh MK, bagaimana isinya tidak cacat," katanya.

Hariyadi menuturkan, hal lain yang lebih mengkhawatirkan adalah gerakan dari para buruh yang memandang UU Cipta Kerja harus diubah karena tidak sesuai dengan putusan MK. Padahal, secara materi, tidak keberatan atas substansi dalam UU Omnibus Law itu.

Baca Juga: Banjir Pati Terjadi di Enam Kecamatan Usai Hujan Deras

"Di lapangan yang kami khawatirkan adanya gerakan dari rekan buruh yang berpandangan ini semua harus diubah karena sudah tidak sesuai dengan putusan MK. Hal ini yang menurut pandangan kami mengkhawatirkan," katanya.

Hariyadi mengaku, selain kekhawatiran dari sisi pelaku usaha di dalam negeri, revisi UU Cipta Kerja berdasarkan putusan MK pun menimbulkan tanda tanya bagi para investor dari luar negeri.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X