Perekonomian global cenderung melemah, Sri Mulyani : Tidak mudah jaga pertumbuhan ekonomi semester-II tetap 5,1 persen

photo author
Widyo Suprayogi, Harian Merapi
- Senin, 5 Agustus 2024 | 19:55 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers di Kantor Presiden Jakarta, Senin (5/8/2024).  (ANTARA/Mentari Dwi Gayati )
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers di Kantor Presiden Jakarta, Senin (5/8/2024). (ANTARA/Mentari Dwi Gayati )

HARIAN MERAPI - Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi RI tetap 5,1 persen pada semester II Tahun 2024 tidaklah mudah karena perekonomian global yang melemah.

Oleh karenanya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa pemerintah akan terus melihat faktor konsumsi rumah tangga, investasi, ekspor dan impor demi menjaga pertumbuhan ekonomi berada pada tingkat 5,1 persen, bahkan 5,2 persen pada kuartal III dan IV.

"Tentu ini tidak mudah pada saat perekonomian global sekarang ini justru cenderung mengalami perlemahan dan fragmentasi," kata Menkeu saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden Jakarta, Senin (5/8/2024).

Baca Juga: Audisi Umum PB Djarum 2024, Perkuat Prestasi Bulutangkis Indonesia di Panggung Dunia

Oleh karena itu, Menteri Keuangan bersama Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan arahan dari Presiden Joko Widodo akan melakukan sejumlah langkah kebijakan agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

Namun demikian, Menkeu menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,05 persen secara tahunan pada kuartal II-2024 masih cukup baik dan harus dijaga.

"Growth di kuartal ke-2 yang cukup baik, masih cukup baik dan memiliki momentum yang harus kita jaga. Konsumsi, investasi, ekspor, import yang kita akan perhatikan," kata Menkeu seperti dilansir Antara.

Baca Juga: Pedagang di Sukoharjo Tak Berani Stok Cabai Banyak di Saat Harga Cabai Stabil Tinggi, Ini Alasannya

Seperti diberitakan, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,05 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Besaran Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga Berlaku tercatat sebesar Rp5.536,5 triliun, sedangkan PDB Atas Dasar Harga Konstan mencapai Rp3.231 triliun.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2024 bila dibandingkan triwulan II-2023 atau secara year-on-year (yoy) tumbuh 5,05 persen,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin.(*)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X