Prancis identik dengan permainan defensif dan kalkulatif.
Baca Juga: Bagnaia Pertahankan Gelar Juara Dunia MotoGP
Pastikan cepat membalas
Pertanyaannya, jika sampai dibobol Mali, apakah Prancis akan tetap defensif atau keluar menyerang?
Pelatih Jean-Luc Vannuchi menegaskan timnya tak terobsesi dengan clean sheet. Oleh karena itu, jika gawang Prancis berhasil dijebol Mali, Vannuchi memastikan Prancis akan cepat membalasnya.
Vannuchi menunjuk semifinal Euro U-17 2023 melawan Spanyol yang dimenangkan Prancis 3-1.
Saat itu Spanyol mencetak gol lebih dulu, tapi Prancis dengan cepat membalasnya dengan tiga gol sehingga menang 3-1.
Semua orang tahu angkernya Spanyol dalam menekan dan menyerang, seperti sudah mereka tunjukkan di Indonesia 2023 ini.
Dengan mencontohkan reaksi timnya saat dibobol Spanyol, Vannuchi ingin mengatakan bahwa setiap gol yang dibuat Mali yang juga intensif menyerang seperti Spanyol, akan dibalas lebih banyak lagi oleh Prancis.
Prancis bisa melakukan hal itu karena memiliki pemain-pemain yang cepat dan klinis dari sayap dan tengah.
Tiga gol balasan ke gawang Spanyol dalam semifinal Euro U1-7 dicetak oleh winger dan striker mereka yang cepat; Tidiam Gomis, Yanis Issoufou dan Mathis Lambourde.
Gomis dan Lambourde sudah mencetak gol dalam Piala Dunia U-17 2023 ini, sementara Joan Tincres menjadi pemain Prancis yang mencetak gol terbanyak dengan tiga gol.
Vannuchi dipastikan menurunkan lagi keempat pemain itu. Hanya soal strategi saja, dia memilih siapa yang lebih dulu diturunkan.
Vannuchi mungkin akan memilih formasi 4-3-3 seperti saat menjinakkan Spanyol dalam semifinal Euro U-17 2023 atau memasang lima gelandang yang membuat Prancis memenangkan empat dari lima pertandingan sebelumnya dalam Piala Dunia U-17 edisi Indonesia ini.
Namun, menghadapi Mali yang sangat eksplosif, cara teraman adalah menempatkan lima gelandang dalam formasi 4-2-3-1.