• Jumat, 21 Januari 2022

Jogja Disability Arts Gelar Pameran Rima Rupa Bertaraf Internasional di Galeri ISI

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:11 WIB
Butong saat menjelaskan berbagai karya kepada pengunjung pameran. (Foto: Teguh Priyono)
Butong saat menjelaskan berbagai karya kepada pengunjung pameran. (Foto: Teguh Priyono)

JOGJA, harianmerapi.com - Jogja Disability Arts kerja bareng dengan Galeri R.J. Katamsi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menggelar Pameran Jogja International Disability Arts Biennale 2021 dengan tajuk Rima Rupa, sejak 18 hingga 30 Oktober mendatang di Galeri R.J Katamsi ISI Yogyakarta.

Pameran bertaraf Internasional yang kali pertama dilaksanakan bagi difabel ini diikuti oleh 58 seniman dengan memajang tidak kurang 95 karya dari berbagai negara seperti Indonesia, Australia, Brasil, Mesir, Kolombia, Korea Selatan, Selandia baru, Filipina, Afrika Selatan dan Britania Raya atau Inggris.

Sebagai mana diungkap Ketua Jogja Disability Arts yang sekaligus sebagai kurator pameran Sukri Budi Dharma atau yang intim disapa Butong, pemeran dibuka oleh Yenni Wahid dengan acara terbatas yang kemudian disiarkan secara daring melalui media sosial.

Baca Juga: Film 'Losmen Bu Broto' Tayang di Bioskop Mulai 18 November 2021, Kisah konflik dan Kehangatan Sebuah Keluarga

Selain lukisan karya para difabel pameran ini juga menampilkan tiga karya multi media digital.

"Sebagaimana tema Rima Rupa yaitu bentuk keragaman yang menembus sekat keterbatasan, sehingga pameran ini betul betul memunculkan karya para disabelitas dengan semangat dan kemampuannya optimalnya," tutur Butong.

Lebih lanjut menurut pria yang jebolan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini, para seniman disabilitas berkarya sesuai dengan kemampuan dan kendala fisiknya, ada yang berkarya dengan melukis menggunakan mulutnya, menggunakan kaki bahkan ada sejumlah seniman yang bisu dan tuli tidak memiliki latar belakang pendidikan formal namun mampu berkarya luar biasa dan bermutu.

Baca Juga: Menunggu Tukang Bakso, yang Lewat Hanya Terlihat Nyala Sentir Berjalan

Diuraikan Butong yang juga penyandang disabilitas ini, seni hakekatnya manifestasi kehidupan jiwa. Kesenian memiliki daya kemampuan untuk mengasah daya imajinasi, kreativitas dan mengolah rasa. Sehingga berkesenian membuat individu mengalami pengalaman penginderaan dan perenungan yang diwujudkan dalam ekspresi seni.

"Dari karya karya ini sebenarnya bisa dilihat bagaimana semangat mereka untuk dapat berkomunikasi dengan dunia luar, sehingga seni menjadi universal untuk siapa pun saling berkomunikasi lewat karya," tandas Butong.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Isyana Sarasvati Ngaku Penggemar Berat Kopi Susu

Selasa, 18 Januari 2022 | 05:00 WIB
X