• Sabtu, 22 Januari 2022

Densus : Waspadai Pengungsi Afghanistan Yang Masuk Indonesia

- Senin, 30 Agustus 2021 | 19:00 WIB
Tangkapan layar Kepala Bagian Ban Operasi Detasemen Khusus 88 Antiteror, Komisaris Besar Polisi Aswin Siregar (ANTARA/Muhammad Zulfikar)
Tangkapan layar Kepala Bagian Ban Operasi Detasemen Khusus 88 Antiteror, Komisaris Besar Polisi Aswin Siregar (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

JAKARTA, harianmerapi.com - Para pengungsi Afghanistan yang masuk ke Indonesia perlu dicermati dn diwaspadai. Pasalnya sudah banyak orang yang melarikan diri dari negara tersebut.

"Banyak orang Indonesia maupun dari negara lain yang masuk ke Indonesia dari Afghanistan, maka perlu dicermati karena di sana mereka sebagai apa," kata Kepala Bagian Ban Operasi Detasemen Khusus 88 Antiteror, Komisaris Besar Polisi Aswin Siregar di Jakarta, Senin (30/8/2021).

Ia mengkhawatirkan para pengungsi yang melarikan diri dari kelompok Taliban dan masuk ke Indonesia, bisa melakukan kombatan atau terlibat dalam perang sebelumnya di negara tersebut.

Kombes Pol Aswin mengatakan mereka yang dibebaskan tersebut memiliki tingkat radikalisme tinggi. Hal itu bisa jadi karena adanya pembelotan dan merasa terpanggil untuk membela sesuatu dengan cara-cara yang salah.

Hal tersebut bisa menjadi motivasi tersendiri bagi jaringan yang saat ini sedang akan pulang atau sudah berada di Tanah Air. "Kita akan melihat bagaimana perkembangannya," ujarnya.

Baca Juga: Seorang Remaja Ditemukan Tewas Diduga Diserang Harimau, Kepalanya Hilang

Mereka mengingatkan potensi ancaman dari para returnis atau orang Indonesia yang akan berangkat ke negara-negara sedang berkonflik itu memang ada.

Berdasarkan catatan Densus, ketika terjadi konflik di suatu negara di timur tengah, ada masyarakat yang berangkat ke negara tersebut dengan berbondong-bondong untuk bergabung.

Oleh karena itu, peristiwa yang sama diharapkan tidak terjadi lagi adanya warga negara Indonesia yang berangkat ke negara yang sedang dilanda konflik dan ikut serta.

Hal itu bisa terjadi karena adanya bujukan atau rayuan dengan nomor iming-iming yang akan ditolak oleh individu sehingga akhirnya berangkat ke negara yang sedang berkecamuk akibat berkonflik.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X