• Selasa, 26 Oktober 2021

Menteri PPPA Ingatkan Tantangan Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus

- Minggu, 12 September 2021 | 11:45 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga.  (ANTARA/ HO-Kementerian PPPA)
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga. (ANTARA/ HO-Kementerian PPPA)


JAKARTA, harianmerapi.com - Banyak tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus saat masa pandemi Covid-19. Mereka membutuhkan perhatian khusus, tak mudah untuk melakukan pembelajaran daring.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga dalam siaran pers kementerian di Jakarta, Minggu (12/9/2021).
"Di masa pandemi Covid-19, saya menyaksikan betapa sulitnya anak-anak mendapatkan pendidikan yang optimal, apalagi bagi anak-anak penyandang disabilitas," katanya.

"Mereka adalah anak-anak spesial yang membutuhkan asistensi khusus, karena sulit melakukan pembelajaran secara daring, belum lagi jika sarana dan prasarana di rumah kurang memadai," kata Bintang.

Baca Juga: The Queen's Gambit Sabet Tujuh Penghargaan Creative Arts Emmy Awards 2021

Kondisi yang demikian, lanjutnya, menuntut pada orang tua dan guru lebih kreatif dalam mendidik anak, khususnya anak-anak penyandang disabilitas.

Ia mengemukakan bahwa orang tua dan guru bertugas mengidentifikasi kelebihan-kelebihan anak berkebutuhan khusus serta mengasahnya dengan sebaik-baiknya.

Sementara itu, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Yaswardi menyampaikan pentingnya rasa tulus, ikhlas, dan kasih sayang dalam mendampingi peserta didik berkebutuhan khusus.

Baca Juga: Puluhan Remaja Pakai Narkoba Terjaring Razia di Klub Malam Palembang

“Anak berkebutuhan khusus sangat membutuhkan sentuhan, kehangatan, serta pola belajar yang kooperatif. Mereka harus didampingi dengan rasa empati dan penuh kasih sayang, baik oleh teman sebaya, orang tua, guru, maupun orang dewasa lainnya," katanya.

"Dibutuhkan kolaborasi antara pihak-pihak tersebut dalam memberikan pembelajaran berkualitas bagi anak berkebutuhan khusus,” ia menambahkan.

Yaswardi juga mengatakan bahwa pola pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus harus disesuaikan dengan kondisi anak dan perkembangan teknologi.*

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Mau Terbang, Ini Aturan Terbaru dari Kemenhub

Jumat, 22 Oktober 2021 | 14:12 WIB
X