HARIAN MERAPI - Perum Bulog Cabang Surakarta menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga minyak goreng sederhana Minyakita di wilayah Solo Raya.
Hingga pertengahan April 2026, sebanyak 360.000 liter Minyakita telah didistribusikan ke pasar tradisional.
Distribusi tersebut menjangkau 278 kios terdaftar yang tersebar di 11 pasar, termasuk tujuh pasar yang masuk dalam pemantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Baca Juga: Kejari Karanganyar Setorkan Rp977 Juta ke Kas Negara dari Kasus Korupsi Alkes
Pemimpin Cabang Bulog Surakarta, Nanang Harianto, mengatakan pihaknya terus melakukan dropping secara rutin guna memastikan ketersediaan minyak goreng tetap merata di tingkat pedagang.
“Total Minyakita yang sudah kami dropping di Pasar Legi sampai dengan Senin, 13 April 2026, sebanyak 150.168 liter ke 77 kios terdaftar. Hari ini kami tambah lagi 12.000 liter,” ujar Nanang saat melakukan pemantauan di Pasar Legi, Jumat (17/4/2026).
Pemantauan dilakukan bersama Satgas Pangan dan Dinas Perdagangan Kota Surakarta. Hasilnya, distribusi dinilai berjalan lancar dengan stok yang tersedia di lapangan.
Nanang menegaskan, stabilitas harga dan kecukupan pasokan menjadi prioritas utama Bulog dalam menjaga daya beli masyarakat.
Baca Juga: Oknum Satpol PP Diduga Mencuri, Bupati Gunungkudul Janji Tak Tolerir Pelanggaran
Ia memastikan distribusi akan terus diperkuat untuk merespons meningkatnya kebutuhan.
Selain itu, Bulog juga memperkuat efektivitas rantai pasok dan menjalin sinergi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan guna menjaga distribusi tetap terkendali.
“Langkah ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memastikan kebutuhan pokok masyarakat mudah diakses dengan harga yang wajar,” katanya.
Baca Juga: Eksekusi rumah di Sorosutan mendadak tertunda, GeBUKK klaim perjuangan berbuah hasil
Sementara itu, pemerintah memastikan pasokan minyak goreng nasional dalam kondisi aman.