nasional

WWF-Indonesia dan Kementerian Lingkungan Hidup Perkuat Kolaborasi Multipihak Atasi Polusi Plastik, Krisis Iklim dan Keanekaragaman Hayati

Rabu, 29 Oktober 2025 | 19:30 WIB
WWF-Indonesia dan Kementerian Lingkungan Hidup jalin kerja sama. (Dok)

HARIAN MERAPI - WWF-Indonesia dan Kementerian Lingkungan Hidup menggelar diskusi multi-pihak yang bertajuk Plastic, Climate, and Biodiversity Forum sebagai langkah konkret untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi para pemangku kepentingan. Diskusi ini dilaksanakan pada Selasa (28/10/2025) di Jakarta.

Dalam diskusi multipihak ini, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nurofiq berkenan menghadiri acara sekaligus memberikan sambutan arahan.

Acara ini sekaligus menandakan kerjasama antara WWF-Indonesia dengan Kementerian Lingkungan Hidup/ Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) dan Provinsi Daerah Khusus Jakarta.

Baca Juga: Prabowo dan sejumlah petinggi negara hadiri pemusnahan 214 ton narkoba senilai Rp29 triliun

Dalam acara ini CEO WWF-Indonesia, Aditya Bayunanda turut mendampingi Menteri Lingkungan Hidup.

Diskusi kolaboratif multipihak ini menjadi momentum penting bagi pemerintah dan masyarakat sipil.

Pasalnya, para peserta kegiatan menjadi saksi atas penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara KLH/BPLH dan WWF-Indonesia yang akan memperkuat kerja di bidang pembangunan lingkungan berkelanjutan.

Selain itu, dalam acara yang sama, WWF-Indonesia juga melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta untuk mendorong pelaksanaan prinsip-prinsip pelestarian di tingkat daerah.

Baca Juga: Popularitas Menkeu Purbaya tinggi, salip elektabilitas KDM. Akankah dia terjun ke dunia politik?

Diskusi yang menghadirkan peserta dari berbagai pemangku kepentingan ini menyajikan narasumber ahli, seperti Agus Rusly, Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup, Adib Awaludin, Kepala Seksi Pengurangan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, dan Dewi Lestari Yani Rizki, CCO WWF-Indonesia dan juga Andreas Røise Myrhvold, WWF Norway untuk koordinator Program No Plastic In Nature.

Ketiga narasumber kunci ini menyoroti keterkaitan antara polusi plastik, perubahan iklim, dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Diskusi publik ini memiliki tujuan spesifik, yaitu mewujudkan kolaborasi multipihak untuk mengatasi ketiga isu: solusi sampah plastik, percepatan penanganan krisis klim, dan solusi hilangnya keanekaragaman hayati (atau lebih dikenal dengan "Triple Planetary Crisis”).

Baca Juga: Santer kabar BBM jenis Pertalite sebabkan motor brebet di Jatim, begini respon Bahlil

Dengan demikian ketiga masalah ini dapat ditangani oleh para pihak secara terpadu dan tidak terpisah.

Halaman:

Tags

Terkini

Ikan sapu-sapu, Pram dan ekosistem lingkungan

Selasa, 14 April 2026 | 16:00 WIB