HARIAN MERAPI - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memastikan bahwa penyelidikan terhadap serangan yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit TNI di Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) sedang berlangsung, dan hasilnya dapat diumumkan dalam waktu dekat.
Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric, menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian UNIFIL adalah hal yang tidak dapat diterima dan harus dipertanggungjawabkan.
“Penyelidikan tengah berlangsung dan, meski dengan situasinya menantang, kami yakin dapat segera menyampaikan informasi terbaru terkait hasil penyelidikannya," kata Dujarric dalam konferensi pers di Markas PBB, Rabu (1/4) waktu setempat, menurut keterangan resmi yang dilansir dari ANTARA di Jakarta, Kamis (2/4).
Baca Juga: Pesan Terakhir Kapten Zulmi Aditya Iskandar sebelum Gugur di Lebanon
Dia mengakui bahwa meski prosesnya butuh waktu, para ahli teknis saat ini tengah memeriksa bukti-bukti fisik di lokasi kejadian serta berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait.
Dujarric menyebut pula upaya penyelidik mendatangi lokasi kejadian secara tepat waktu sedikit terhambat karena ada kebutuhan untuk meredakan ketegangan dengan pihak-pihak terkait.
Meski demikian, dia memastikan bahwa PBB senantiasa berkomitmen mendapatkan fakta yang sebenar-benarnya terkait peristiwa yang terjadi.
Baca Juga: Anggota UNIFIL gugur di Lebanon, Indonesia serukan pertemuan darurat DK PBB
Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Operasi Perdamaian Jean-Pierre Lacroix menekankan bahwa pihaknya terus memantau situasi di lapangan demi keselamatan dan keamanan personel, kata Dujarric.
Hal tersebut semakin penting mengingat personel UNIFIL melaporkan terjadinya “ledakan besar dan pembongkaran di desa Naqoura di dekat Markas UNIFIL” pada 1 April.
UNIFIL juga mencatat 62 kali pelanggaran ruang udara terjadi pada 31 Maret di tengah tingginya aktivitas militer Zionis Israel serta peluncuran roket ke arah Israel dan personel Zionis di Lebanon, kata dia.
Personel pasukan perdamaian UNIFIL asal Indonesia, Praka Farizal Rhomadhon, gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29/3).
Tepat keesokan harinya pada Senin (30/3), Indonesia kehilangan lagi dua personelnya di UNIFIL akibat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang. Dua personel yang gugur dalam serangan tersebut ialah Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. *