16ani
HARIAN MERAPI - Seorang anak usia enam tahun dianiaya pria dewasa di Sukabumi Jawa Barat.
Polisi berhasil menangkap pria berinisial W (32) warga Desa Buniwangi, Kabupaten Sukabumi.
Penangkapan tersebut berawal dari video yang viral di media sosial yang kemudian dikembangkan kepolisian.
Baca Juga: Tragedi adik bunuh kakak ipar gara-gara masalah ini
Ternyata pelaku penganiayaan adalah ayah kandung korban.
"Penangkapan W ini berawal dari video di media sosial yang kemudian dikembangkan. Dari hasil pengembangan itu kami menangkap tersangka di rumahnya di Kecamatan Surade.
Terungkap ternyata W merupakan ayah kandung dari anak perempuan yang menjadi korban penganiayaan dari video berdurasi lima menit itu," kata Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede di Sukabumi pada Rabu, (15/11).
Dari tangan video berdurasi lima detik itu, memperlihatkan korban AR yang masih berusia enam tahun diinjak pada bagian wajah hingga kepalanya oleh tersangka. Di ujung video terlihat W menendang kepala korban hingga terbentur.
Baca Juga: MUI Sebut Tidak Pernah Merilis Daftar Produk Terafiliasi Israel
Korban yang menangis dan meminta belas kasihan dari ayahnya itu juga terlihat memar pada bagian wajahnya, bahkan ada beberapa foto yang beredar di media sosial yang memperlihatkan bibir korban berdarah dan bengkak.
Menurut Maruly, mendapatkan informasi adanya kasus penganiayaan itu, Satreskrim Polres Sukabumi langsung bergerak dan melakukan penangkapan terhadap pelaku yang merupakan ayah dari anak tersebut.
Hasil penyidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi, penganiayaan tersebut terjadi pada Selasa, (14/11). Di mana aksi keji pelaku videonya diunggah oleh akun Facebook Anitta Nitta (Desi Yulianti) yang merupakan istri pelaku yang saat ini bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia di Arab Saudi.
Baca Juga: Coldplay Ganti Bendera Pelangi dengan Warna Putih Bertuliskan Cinta
"Kami masih menggali motif dibalik tersangka tega menganiaya anak kandungnya itu, diduga kekerasan ini terjadi karena hubungan rumah tangga antara W dengan istrinya tengah bermasalah sehingga anak yang menjadi sasaran kekesalan orang tuanya," tambahnya.
Di sisi lain, Maruly merasa miris dengan aksi keji yang dilakukan oleh tersangka dan tentunya siapapun yang melihat video itu akan merasa emosi.