• Rabu, 20 Oktober 2021

Aneka Tanaman Hias Merambat Masih Diburu Hobiis Saat PPKM

- Jumat, 30 Juli 2021 | 11:48 WIB
          Tanaman merambat dengan tampilan khas masih rutin diburu hobiis tanaman hias. (Sulistyanto)
Tanaman merambat dengan tampilan khas masih rutin diburu hobiis tanaman hias. (Sulistyanto)

PARA hobiis tanaman hias mudah ditemukan di masyarakat. Meski masih berlaku Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), namun tak mengendorkan semangat para hobiis untuk berburu tanaman. Alasannya, antara lain bisa menjadi hiburan tersendiri saat masih ada pandemi Covid-19, bahkan diharapkan suatu saat dapat booming dan harga jualnya tinggi.

Menurut salah satu kru penjualan tanaman hias, Mulyono, aneka tanaman hias merambat termasuk yang masih rutin diburu konsumen saat masih ada PPKM. Jenisnya antara lain ada sirih gading, sirih Belanda, janda bolong serta beberapa jenis philodendron. Ketika panjang tanaman sudah sekitar satu meter lalu dirambatkan pada tiang atau penyangga khusus, harganya bisa lebih mahal dibanding ketika masih anakan ataupun baru saja disetek.

“Selain ukuran tanaman serta jenisnya, penampilan dari suatu tanaman merambat juga termasuk yang mempengaruhi harga,” jelas Mulyono saat ditemui di tempatnya bekerja kawasan Jalan Pedes-Godean Sleman, Kamis (29/7/2021).

Baca Juga: Sosok Tinggi Besar Berwarna Hitam Itu Membuntuti Sampai Kampung Halaman

Sebagian jenis tanaman hias merambat, sebutnya, sudah bisa diperbanyak sendiri. Dengan demikian tak perlu kulakan sampai ke luar daerah. Lain halnya dengan tanaman anggrek biasa kulakan di Ambarawa, namun sejak ada PPKM, mulai 3 Juli 2021 lalu, belum kulakan lagi. Wajar jika stok tanaman anggrek sedang kosong dan beberapa hobiis anggrek sering menanyakan. Sedangkan aneka jenis tanaman merambat mayoritas sudah ditanam di pot dengan berbagai ukuran atau disesuaikan dengan ukuran tanaman, sehingga komposisinya lebih enak dipandang.

Ditemui di tempat yang sama, Panewu Gamping Sleman, Ikhsan Waluyo SSos tampak juga sedang berburu tanaman merambat. Ia pulang dari kantor, dan malam sekitar pukul 20.00 akan ke kantor lagi untuk patroli PPKM. Salah satu tanaman merambat yang dibeli, yaitu wijaya kusuma bunga kecil. Sebelum ada pandemi Covid-19, ia dan istrinya sudah senang juga mengoleksi tanaman hias di kompleks tempat tinggalnya kawasan Moyudan Sleman.

“Yang jelas bisa menjadi sarana hiburan, kalau untuk memperbanyak jenis-jenis tanaman belum kami lakukan,” paparnya.

Baca Juga: Dikonsumsi Secara Rutin, Pare akan Mampu Lumpuhkan Tekanan Darah Tinggi dan Demam

Sementara itu menurut pelaku jual-beli tanaman hias asal Nitikan Yogya, Awang R, beberapa jenis tanaman merambat yang rutin dibeli hobiis ketika masih ada PPKM, misalnya monstera varigata, syngonium redspot, tricolour dan syngonium auera. Ada lagi philodendron billietiae varigata serta philodendron jopi. Semua relatif mudah perawatannya serta biasa difungsikan sebagai tanaman indoor. Sebagian cocok juga ditanam dengan media air saja.

“Penanaman jenis tanaman merambat bisa menggunakan beberapa jenis pot, bisa juga di tanah langsung lalu dirambatkan di pepohonan atau tiang-tiang khusus,” tambahnya. *

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Terkini

6 Ramuan Mujarab Penyembuh Scabies pada Kelinci

Minggu, 17 Oktober 2021 | 06:56 WIB

Latber Perkutut, Kung Mania Rasakan Gempa

Rabu, 13 Oktober 2021 | 18:08 WIB

Milet Hitam, Pakan Berkualitas bagi Perkutut Berkelas

Minggu, 3 Oktober 2021 | 07:56 WIB

Selama Pandemi, Merpati Kolongan Kian Moncer

Jumat, 10 September 2021 | 11:56 WIB

Bagaimana Siasati Harga Pakan Ikan yang Dirasa Mahal?

Minggu, 29 Agustus 2021 | 19:34 WIB

Entog Jadi Satwa Hobi, ke Depan Diharapkan Ada Kontes

Jumat, 27 Agustus 2021 | 19:59 WIB
X