• Minggu, 17 Oktober 2021

Kontes Kecantikan Sapi, Simbol Status Sosial

- Rabu, 15 September 2021 | 21:06 WIB
Kontes kecantikan sapi menyemarakkan acara launching Pusat Risbang sapi Madura. (Istimewa)
Kontes kecantikan sapi menyemarakkan acara launching Pusat Risbang sapi Madura. (Istimewa)

harianmerapi.com - Fakultas Peternakan UGM bekerja sama dengan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mendirikan Pusat Riset dan Pengembangan (Risbang) sapi Madura di Desa Waru Barat, Pamekasan.

Launching Pusat Risbang ini dilaksanakan, Sabtu (11/9/2021) lalu dengan dimeriahkan beberapa acara, salah satunya yaitu kontes kecantikan sapi atau sering disebut sapi Tacek.

“Kontes sapi seperti ini bisa menjadi bagian dari seleksi kualitas sapi unggul oleh para pemiliknya. Selain itu juga bisa mengandung kebanggaan secara status sosial bagi para pemilik. Terlebih pemenang kontes sapi Madura tersebut, sapi akan semakin meningkat harga jualnya dan bisa menjadi kebanggaan bagi para pemiliknya,” ungkap Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama Fakultas Peternakan UGM, Ir Bambang Suwignyo SPt MP PhD IPM ASEAN Eng.

Baca Juga: Mungkinkah Ada Hantu Sapi Gentayangan?

Pada kesempatan tersebut di hadapan hadirin yang mengikuti launching Pusat Risbang Sapi Madura, ia juga menyampaikan, bahwa sapi Madura tak hanya menjadi aset Madura, namun juga salah satu aset penting plasma nutfah sapi nasional.

Selain itu ada banyak hal yang dapat dikerjakan terkait keberadaan sapi Madura, misalnya breeding, recording, manajemen pakan, feed mill, sosial ekonomi, pembentukan komunitas sapi Sonok Madura, dan sampai pada hilirisasi produk sapi Madura.

Bambang yang didampingi oleh tenaga ahli lain dari Fakultas Peternakan UGM, yaitu Dr Miftahush Shiratul Haq SPt menambahkan, sebanyak 21 persen sapi di Jawa Timur merupakan sapi Madura dan sapi ini menyumbang sekitar 25 persen populasi sapi nasional.

Baca Juga: Ratusan Pelaku Wisata dan Seni Budaya di Temanggung Divaksin

Selain itu sapi Madura telah ratusan tahun tinggal berdampingan dengan masyarakat di Madura, hal ini menjadi bukti bahwa sapi ini secara potensi geografis cocok untuk tumbuh dan berkembang di Madura.

Sementara itu Rektor UTM, Dr Muh Syarif MSi yang didampingi oleh Dekan Fakultas Pertanian UTM mengungkapkan, adanya Pusat Risbang sapi Madura juga akan memberikan banyak ilmu dan wawasan penting, misalnya seputar manajemen budidaya sapi Madura yang sesuai kaidah sains dan bisa sering dikompetisikan dengan sapi-sapi yang dipelihara oleh masyarakat.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tingkatkan Produksi Ayam Kampung dengan Kawin Silang

Kamis, 14 Oktober 2021 | 17:35 WIB
X