• Rabu, 30 November 2022

Pemerintah optimis, target inflasi pangan di bawah 5 persen bisa tercapai

- Kamis, 22 September 2022 | 18:20 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.  (ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian)

 

HARIAN MERAPI - Upaya pemerintah untuk menekan angka inflasi pangan di bawah 5% masih masuk akal dan bisa dilakukan.

"Saya kira iyalah," kata Pakar pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB University) Dwi Andreas Santosa, ketika dihubungi Kamis (22/9/2022).

Menurutnya, kenaikan harga beras inflasi memang akan menjadi faktor utama kenaikan inflasi. Namun seiring kenaikan harga beras, harga komoditas pangan lain justru cenderung menunjukkan tren penurunan.

Baca Juga: Mitos pulung gantung di balik kasus bunuh diri di Gunungkidul, berwujud bola api, sering muncul jelang maghrib

"Karena memang sekarang ini yang nanti akan sangat berperan dalam inflasi sudah tentu harga beras. Ini akan meningkat, tapi harga-harga pangan yang lainnya sudah ada tren mengalami penurunan. Jadi saya kira kenaikan harga beras akan diikuti tren penurunan beberapa harga yang lain," sambungnya.

Menurutnya, kenaikan harga BBM memang menjadi faktor penting yang mengerek inflasi. Namun di sektor pertanian, kenaikan harga BBM bersubsidi beberapa saat lalu tidak berdampak signifikan.

"Katakanlah untuk dunia pertanian, BBM ini digunakan untuk apa saja dan itu berapa kira-kira kontribusinya? Sehingga kalau dihitung sedetail itu, mungkin kontribusinya tidak begitu besar juga," pungkasnya.

Baca Juga: Modus Pak Kaum melakukan pencabulan pada korban dibawah umur, rupanya pakai trik ini

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah terus berupaya untuk menjaga inflasi, yang disebabkan oleh kenaikan harga BBM dan juga inflasi pangan.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X