• Jumat, 12 Agustus 2022

Aliran Modal Asing Masuk 1,5 Miliar Dolar AS, Nilai Tukar Rupiah Masih Alami Tekanan

- Kamis, 23 Juni 2022 | 21:15 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers RDG BI bulan Juni 2022 di Jakarta, Kamis (23/06/2022). ( ANTARA/Agatha Olivia)
Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers RDG BI bulan Juni 2022 di Jakarta, Kamis (23/06/2022). ( ANTARA/Agatha Olivia)

JAKARTA, harianmerapi.com - Aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik pada triwulan II-2022 hingga 21 Juni 2022, mencapai 1,5 miliar dolar AS

"Modal asing masuk di tengah peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulan Juni 2022 di Jakarta, Kamis (23/6/2022).

Meski terdapat aliran modal asing masuk, nilai tukar rupiah mengalami peningkatan tekanan sejalan dengan mata uang regional lainnya yang seiring dengan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Baca Juga: MXGP Indonesia, Diva Ismayana Siap Bersaing dengan Para Pebalap Dunia

Ia menyebutkan nilai tukar rupiah pada 22 Juni 2022 terdepresiasi 1,93 persen dibandingkan akhir Mei 2022, sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global akibat pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif di berbagai negara untuk merespons peningkatan tekanan inflasi dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

Sementara itu, pasokan valuta asing domestik tetap terjaga dan persepsi terhadap prospek perekonomian Indonesia tetap positif.

Dengan perkembangan ini, nilai tukar rupiah sampai dengan 22 Juni 2022 terdepresiasi sekitar 4,14 persen dibandingkan dengan level akhir 2021.

Baca Juga: Belasungkawa Mendalam dari Para Tokoh atas Meninggalnya Rima Melati

Kendati begitu, Perry menilai depresiasi kurs rupiah relatif lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya, seperti India yang menurun 5,17 persen, Malaysia 5,44 persen, dan Thailand 5,84 persen.

"Ke depan, BI terus mencermati perkembangan pasokan valas dan memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan bekerjanya mekanisme pasar dan nilai fundamentalnya untuk mendukung upaya pengendalian inflasi dan stabilitas makroekonomi," kata Gubernur BI.*

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X