• Minggu, 17 Oktober 2021

Stafsus Menkeu Minta Pemuda Tak Sebarkan Disinformasi Utang Negara, Ini Alasannya

- Senin, 20 September 2021 | 15:40 WIB
Tangkapan layar Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo dalam talkshow daring Infest Inkubasi 2021 yang dipantau di Jakarta, Senin (20/9/2021).  (ANTARA/Sanya Dinda)
Tangkapan layar Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo dalam talkshow daring Infest Inkubasi 2021 yang dipantau di Jakarta, Senin (20/9/2021). (ANTARA/Sanya Dinda)

JAKARTA, harianmerapi.com - Masyarakat usia muda diminta untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak benar, terutama terkait utang negara. Karena itu literasi menjadi penting agar mereka tidak terjebak pada disinformasi.

Permintaah tersebut disampaikan Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo dalam talkshow daring Infest Inkubasi 2021 yang dipantau di Jakarta, Senin (20/9/2021).

“Literasi awal yang penting dipahami bersama dengan kaum muda adalah agar kita tidak terjebak pada informasi-informasi yang bersifat disinformatif, yang membuat kita ketakutan akan masa depan,” kata Prastowo.

Baca Juga: Dikalahkan Tommy Soeharto di Pengadilan Banding, Partai Berkarya Kubu Muchdi PR Ajukan Kasasi

Ia mengatakan mengurus negara sebetulnya tidak jauh berbeda dengan mengelola rumah tangga, yang terkadang rumah tangga membutuhkan pembiayaan atau utang untuk memenuhi kebutuhan produktifnya.

“Negara juga sama, ketika perekonomian melambat karena pandemi, otomatis penerimaan pajak turun. Padahal belanja negara sedang naik untuk sektor kesehatan dan perlindungan sosial, kita perlu pembiayaan dari utang,” terang Prastowo.

Selain melalui peluncuran Surat Berharga Negara (SBN), pemerintah juga mendapat pembiayaan dari beberapa negara yang berhubungan baik dengan Indonesia. Negara ini biasanya memberikan pinjaman yang bisa dikembalikan secara mencicil dalam jangka panjang, dengan bunga kecil.

Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Pengusaha Mebel Ikut Jaga Keberlanjutan Hutan Guna Penyediaan Bahan Baku

Ia pun menyesalkan bahwa kerapkali muncul narasi bahwa setiap bayi yang baru lahir di Indonesia menanggung utang dengan jumlah tertentu di media sosial. Masyarakat usia muda yang bermain media sosial mesti mengenali fakta-fakta keseharian yang merefleksikan konteks saat ini, dan tidak sekadar menyebarkan ketakutan akan masa depan.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KAI Borong 3 Penghargaan Indonesia BUMN Awards 2021

Rabu, 13 Oktober 2021 | 13:54 WIB

Mengenal OSS, Manfaat dan Prasyarat Sebelum Akses

Rabu, 13 Oktober 2021 | 06:37 WIB
X