HARIAN MERAPI - Indonesian Basketball League (IBL) 2024 bakal punya banyak sistem baru. Salah satunya penerapan pertandingan home and away bagi seluruh tim peserta.
Sistem home and away pada IBL 2024 itu dipercaya bakal menaikkan kultur basket di Indonesia, terutama di kota-kota tim peserta.
Yogyakarta sendiri dikenal sebagai kota yang tak pernah gagal dalam penyelenggaraan event basket berskala nasional termasuk saat play off IBL 2023 dengan sistem home and away.
Baca Juga: Sebagian besar wilayah Indonesia masih kemarau, baru 11 persen daerah masuki musim hujan Oktober ini
Fika Nurazam Wirasturi, manajer Bima Perkasa Jogja (BPJ) memberikan komentarnya tentang sistem pertandingan yang pernah diuji coba saat playoff musim lalu itu.
Menurut Fika, sistem home and away bisa mendekatkan tim dengan fans seperti keinginan liga. Apalagi manajemen Bima Perkasa sudah punya pengalaman menggelar pertandingan di depan pendukung sendiri dan mendapat banyak respon positif.
"Musim lalu sangat menyenangkan karena bisa mengumpulkan fans dalam home game untuk kedua tim. Namun ongkos produksi dan operasionalnya tidak murah," jelas Fika.
Baca Juga: iPhone 15 sudah bisa dipesan, harganya mulai Rp16 jutaan
"Namun pada prinsipnya kami ingin liga makin berkembang sehingga ekosistem basket di home base makin berkesinambungan," lanjutanya.
Sementara itu hingga kini manajemen Bima Perkasa belum mau untuk membeberkan eskalasi perekrutan pelatih anyar musim depan.
Namun Fika menegaskan pemindaian terus dilakukan. Begitu juga dengan tambahan pemain setelah ditinggal sejumlah pilar macam Samuel Devin dan Ikram Fadhil ke Dewa United.
"Kami terus mematangkan konsep dengan owner dan komponen manajemen lainnya. Sampai sekarang gambaran besarnya sudah tersusun, tinggal meletakkannya di frame yang tepat," tandas Fika. *