solo

Bupati Sukoharjo Turun Pantau Banjir, Pastikan Penanganan Warga

Kamis, 16 April 2026 | 06:05 WIB
Bupati Sukoharjo Etik Suryani memantau banjir. (Foto: Wahyu imam ibadi)  

 

HARIAN MERAPI - Bupati Sukoharjo Etik Suryani turun melakukan pemantauan wilayah terdampak banjir, Rabu (15/4/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan warga terdampak banjir sudah dilakukan oleh petugas.

Terpenting juga mencari solusi mengatasi masalah agar kedepan banjir bisa diminimalisir. Saat datang ke lokasi diketahui banjir masih menggenangi rumah warga.

Dalam pemantauan tersebut hadir juga Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo. Selain itu didampingi sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Baca Juga: Mayat Imbuh Ditemukan 6 Kilometer dari Lokasi Awal di Sungai Bogowonto Wonosobo

Wilayah banjir yang dipantau meliputi Kecamatan Grogol, Baki dan Kartasura. Salah satu titik yang dipantau dan mendapat perhatian serius yakni di Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol. Banjir terjadi akibat luapan Sungai Bengawan Solo.

Bupati menjelaskan, kondisi sungai penuh setelah diguyur hujan deras sejak Selasa (15/4) hingga Rabu (15/4) dinihari tidak mampu menampung air sehingga meluap. Kondisi diperparah dengan dimana debit air Sungai Bengawan Solo juga tinggi.

"Air ini seperti antri masuk ke sungai karena kapasitasnya sudah penuh sehingga meluap ke jalan dan rumah warga," ujarnya.

Pemkab Sukoharjo atas masalah ini segera melakukan koordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) untuk mencari solusi.

Baca Juga: Majelis Taklim Al-Huda Perum Pertamina Gelar Syawalan dengan Tema 'Silaturahmi untuk Perkokoh Ukhuwah Islamiyah'

Salah satunya yakni program normalisasi sungai dengan harapan dapat meningkatkan daya tampung air saat hujan deras turun. Hal ini penting agar air tidak lagi meluap dan mengakibatkan banjir.

"Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo dan BBWSBS untuk menormalisasi sungai agar kedepan banjir bisa diminimalisir," lanjutnya.

Pemantauan banjir juga dilakukan Bupati Sukoharjo Etik Suryani di wilayah Desa Manang, Kecamatan Grogol. Dijelaskannya, wilayah Desa Manang, Kecamatan Grogol sebenarnya tidak rawan banjir namun karena tingginya curah hujan sejak Selasa (14/4) siang hingga Rabu (15/4) dinihari menyebabkan kapasitas saluran air tidak mampu menampung tingginya debit air.

"Banjir lebih disebabkan karena curah hujan tinggi membuat air meluap karena kondisi saluran dan sungai penuh dan tidak mampu menampung air," lanjutnya.

Baca Juga: Alumni Universitas Janabadra Gelar Halalbihalal Nasional, Perkuat Komitmen untuk Kampus dan Bangsa

Halaman:

Tags

Terkini

Pemkab Sukoharjo awasi ketat ASN saat WFH

Minggu, 12 April 2026 | 12:00 WIB