diy

Pelepasan Jamaah Haji Khusus, 193 Peserta Siap Berangkat 3 Mei, Dipastikan Aman dari Isu Konflik

Senin, 13 April 2026 | 19:00 WIB
Pelepasan calon jemaah haji plus di Masjid Al Ghozali, Banguntapan, Bantul (Foto: Samento Sihono)

HARIAN MERAPI - Kegiatan pelepasan jamaah haji khusus digelar dengan penuh khidmat dan suasana kebahagiaan. Hal ini menandai kesiapan para jamaah menunaikan ibadah ke Tanah Suci, Minggu (12/4/2026).

Direktur Utama PT Al Anshor Tours, Drs. H. Ghozali Mukri, menjelaskan Sebanyak 193 jamaah, yang terdiri dari 182 jamaah utama dan 11 petugas, dijadwalkan berangkat pada 3 Mei 2026.

"Seluruh persiapan keberangkatan telah rampung, mulai dari administrasi hingga teknis perjalanan. Alhamdulillah, semua sudah siap, mulai dari visa hingga kartu nusuk yang menjadi syarat masuk ke Masjidil Haram, Arafah, Mina, dan lokasi ibadah lainnya," ujarnya.

Baca Juga: Insentif guru non ASN Salatiga Rp 7,65 Miliar di APBD Perubahan 2026

Keberangkatan jamaah akan menggunakan maskapai Saudi (SV), dengan jadwal take-off pada 4 Mei. Ia memastikan, berbagai isu konflik yang beredar tidak memengaruhi perjalanan jamaah.

"Insya Allah aman. Jalur penerbangan tidak melewati wilayah konflik, dan lokasi ibadah di Mekkah maupun Madinah juga jauh dari area tersebut," tegasnya.

Ia juga memastikan tidak ada kenaikan biaya perjalanan haji. Harga tiket dan biaya lainnya tetap sesuai dengan kesepakatan awal tanpa tambahan.

"Selama ini pihak maskapai tidak menaikkan harga tiket. Jadi tidak ada dampak apa pun terhadap biaya jamaah," tambahnya.

Baca Juga: Pabrik Perakitan Bus dan Truk Listrik VKTR Diresmikan Presiden di Magelang

Dalam hal fasilitas, penyelenggara menawarkan paket dengan keunggulan program arbain, yakni jamaah akan tinggal di Madinah selama 8 malam atau 9 hari. Dengan durasi tersebut, jamaah diharapkan dapat melaksanakan salat berjamaah sebanyak 40 waktu di Masjid Nabawi.

"Program arbain ini jarang ditawarkan. Harapannya jamaah bisa memaksimalkan ibadah selama di Madinah," jelas Ghozali.

Selain itu, pendampingan ibadah dilakukan secara intensif sejak awal hingga akhir perjalanan. Jamaah akan dibimbing dalam berbagai kegiatan ibadah, mulai dari salat tahajud, zikir bersama setelah subuh, hingga pengajian rutin sepanjang hari.

"Konsepnya seperti pesantren kilat. Sejak sebelum subuh hingga malam, jamaah kita kondisikan untuk fokus beribadah agar benar-benar siap secara spiritual," ungkapnya.

Baca Juga: Donat jadul hingga motor klasik jadi bagian dari menghadirkan nuansa vintage di kedai kopi

Para jamaah berasal dari berbagai daerah, didominasi wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kalimantan Timur. Selain itu, terdapat pula jamaah dari Tuban, Lamongan, Pacitan, Semarang, hingga Palembang.

Halaman:

Tags

Terkini

Sri Sultan Dukung Pembentukan Kodam Baru di DIY

Jumat, 10 April 2026 | 08:00 WIB