HARIAN MERAPI – Tanah longsor bukan cuma meruntuhkan tembok, tapi juga mengguncang rasa aman. Untuk itu Walikota Magelang, Damar Prasetyono, tak sekadar mengirim bantuan.
Ia hadir, menatap mata cemas warga Kelurahan Panjang dan Rejowinangun Utara, lalu berjabat erat.
Di Kampung Bogeman Wetan, rumah Misyah (50) tampak miris. Lantai dapurnya amblas, menyisakan lubang menganga.
"Ibu jangan takut, kami gotong royong perbaiki," ujar Damar meyakinkan. Sentuhan manusiawi ini langsung mencairkan suasana.
Damar datang ke lokasi bencana pada Rabu lalu. Ia memberikan bantuan pada korban.
Damar memastikan bantuan tepat sasaran: uang tunai Rp3 juta dari PMI, Rp1,5 juta dari Baznas, plus paket makanan dan karpet dari Dinas Sosial.
"Kerusakan ini berbahaya jika dibiarkan, harus segera diperbaiki," tegasnya, Sabtu.
Ia mengajak warga bergotong-royong agar dampak tak meluas.
Ketua PMI Kota Magelang, Suryantoro menyampaikan PMI turut membantu pada korban bencana.
“Kami Tak Hanya Memberi, Tapi Memeluk dari Jauh,” kata dia yang turut mendampingi, menambahkan bahwa bantuan hanyalah awalan.
Baca Juga: Kebakaran Tumpukan Sampah di Kolong Jembatan Gondolayu Yogya, Api Diduga Berasal dari Puntung Rokok
"Kami memberikan uang dan semen, tetapi yang lebih penting adalah memastikan ibu-ibu seperti Misyah dan Budiyah tidak merasa sendirian. Ketika rumah mereka amblas, kami ingin mereka tahu ada tangan yang siap menopang," ujarnya dengan nada lembut tapi tegas.