• Selasa, 25 Januari 2022

Google Mencatat, 93 Responden Mengaku Miliki Kebiasaan Online yang Kurang Aman

- Rabu, 3 November 2021 | 20:04 WIB
Ilustrasi Google. ( ANTARA/Foto oleh PhotoMIX Company dari Pexels)
Ilustrasi Google. ( ANTARA/Foto oleh PhotoMIX Company dari Pexels)

JAKARTA, harianmerapi.com - Perusahaan teknologi Google mengungkapkan sejumlah kebiasaan beraktivitas di internet (online) yang membahayakan. Terutama jelang memasuki Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) di Indonesia yang jatuh di tanggal 11/11 dan 12/12.

Melalui keterangan resminya pada Rabu (3/11/2021), Google mencatat lebih dari 92 persen responden yang disurvei mengaku memiliki kebiasaan online yang kurang aman.

Kebiasaan pertama adalah penggunaan ulang sandi. Penelitian Google mendapati bahwa 79 persen responden di Indonesia menggunakan sandi yang sama untuk beberapa situs, dengan 2 dari 5 orang mengaku melakukannya untuk hingga 10 situs yang berbeda.

Baca Juga: Pemerintah Akan Pungut Pajak Terhadap Fasilitas yang Diterima Karyawan dari Kantor. Nah Lo!

Di antara kelompok ini, 40 persen mengatakan bahwa mereka bertindak demikian karena khawatir tidak bisa mengingat sandi, sedangkan 30 persen beralasan demi kemudahan.

Separuh dari responden lokal juga mengaku memakai sandi yang mudah ditebak dengan memadukan hal-hal yang paling gampang diretas. Selain itu, hampir 1 dari 4 orang mengaku menyimpan sandi dalam aplikasi ‘Catatan’ di ponsel, yang umumnya tidak dienkripsi secara default.

Para pengguna ulang sandi ini dua kali lebih mungkin menjadi korban pencurian data keuangan online.

Baca Juga: Indeks Keyakinan Konsumen di Jogja Bulan Oktober Tertinggi Selama Pandemi

Kebiasaan selanjutnya adalah berbagi (sharing). Penelitian ini menemukan bahwa 3 dari 5 responden membagikan sandi kepada teman atau keluarga, khususnya untuk akun platform streaming, layanan pesan-antar makanan, dan situs e-commerce.

Dalam transaksi online, 3 dari 4 orang mengaku pernah melakukan pembelian di halaman yang tidak ditandai dengan simbol aman, sehingga memberikan kesempatan empuk kepada penipu untuk mencuri informasi dan melakukan pembelian dengan uang mereka.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Cara Mengatasi Penyebab Suara Motor Nembak

Selasa, 11 Januari 2022 | 05:00 WIB
X