• Minggu, 17 Oktober 2021

SKK Migas Kerja Sama dengan Pemkot Solo Kembangkan Pendidikan dan Riset

- Sabtu, 18 September 2021 | 07:30 WIB
 Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto (kiri) dan Wali Kota Suratakarta Gibran Rakabuming Raka (kanan) di sela penandatanganan nota kesepahaman terkait pengembangan sumber daya manusia dan teknologi terkait pengelolaan kegiatan usaha hulu migas.  (ANTARA/HO-SKK Migas)
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto (kiri) dan Wali Kota Suratakarta Gibran Rakabuming Raka (kanan) di sela penandatanganan nota kesepahaman terkait pengembangan sumber daya manusia dan teknologi terkait pengelolaan kegiatan usaha hulu migas. (ANTARA/HO-SKK Migas)


JAKARTA, harianmerapi.com - Guna pengembangan sumber daya manusia dan teknologi terkait pengelolaan kegiatan usaha hulu migas, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta menandatangani nota kesepahaman (MoU).


Sinergitas itu kemudian diterjemahkan ke dalam kerja sama di bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan serta bidang pengabdian masyarakat.

"Karakter industri hulu migas adalah padat modal menggunakan teknologi tinggi dan penuh risiko karena cadangan migas yang akan dieksploitasi. SKK migas bekerja sama dengan Solo Teknopark dengan mempertimbangkan potensial yang ada untuk membangun kapasitas nasional," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (18/9/2021).

Baca Juga: Atta Halilintar Mengaku Habis Kesabaran Sehingga Laporkan Youtuber Savas Fresh ke Polisi

Dwi mengatakan salah satu tantangan dalam industri hulu migas migas saat ini adalah memaksimalkan kapasitas nasional. Kegiatan industri hulu migas Indonesia akan meningkat karena Indonesia telah memastikan sektor gas menjadi penopang energi transisi pada saat Indonesia aktif mengembangkan energi baru terbarukan.

Menurutnya, pencanangan ini akan membuat Indonesia menjadi satu-satunya negara yang berani mencanangkan peningkatan produksi pada 2030.

 

"Kita memiliki potensi karena Indonesia memiliki 128 cekungan hidrokarbon dan saat ini yang berproduksi baru 20 cekungan, sehingga potensinya masih cukup besar,” ucap Dwi optimis.

Baca Juga: Satgas TNI Kembali Beri Pelayanan Kesehatan kepada Warga Papua di Perbatasan

Selain meningkatkan produksi, target efek berganda menjadi target yang ingin dicapai karena telah menjadi komitmen pemerintah. Beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi telah menetapkan Proyek Abadi Masela ada di darat atau onshore, bukan di laut atau offshore.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KAI Borong 3 Penghargaan Indonesia BUMN Awards 2021

Rabu, 13 Oktober 2021 | 13:54 WIB

Mengenal OSS, Manfaat dan Prasyarat Sebelum Akses

Rabu, 13 Oktober 2021 | 06:37 WIB
X