Kelima, Ash-Shabirun (orang yang sabar). Orang yang sabar dalam menghadapi cobaan, menjalankan perintah dan menahan diri dari maksiat.
Firman Allah SWT: ” Betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut(-nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat, dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali 'Imran; 3:146). Dalam ayat yang lain: Dalam ayat yang lain: "Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran." (QS. Al-Asr; 103:1-3.
Keenam, Al-Mutawakkilun (orang yang bertawakal). Orang yang berusaha maksimal lalu berserah diri atas hasil akhirnya kepada Allah Ta'ala.
Firman Allah SWT: ” Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (penting). Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” (QS. Ali 'Imran; 3:159).
Ketujuh, Al-Muqsithun (orang yang berlaku adil). Orang yang menegakkan keadilan dalam hukum dan perilaku, serta tidak sewenang-wenang.
Firman Allah SWT: ” Mereka (orang-orang Yahudi itu) sangat suka mendengar berita bohong lagi banyak memakan makanan yang haram. Maka, jika mereka datang kepadamu (Nabi Muhammad untuk meminta putusan), berilah putusan di antara mereka atau berpalinglah dari mereka. Jika engkau berpaling, mereka tidak akan membahayakanmu sedikit pun. Akan tetapi, jika engkau memutuskan (perkara mereka), putuskanlah dengan adil. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.” (QS. Al-Maidah; 5:42).
Kedepalan, Al-Mujahidun (orang yang berjihad di jalan Allah Ta'ala secara teratur). Orang yang berjuang menegakkan agama Allah Ta'ala dengan kompak dan rapi seperti bangunan kokoh.
Firman Allah SWT: ” Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam satu barisan, seakan-akan mereka suatu bangunan yang tersusun kukuh.” (QS. Ash-Shaff; 61:4). Ayat ini menunjukkan pentingnya berjihad (berjuang) di jalan Allah dengan teratur dan terorganisir, seperti barisan yang solid yang tidah mudah di porak porandakan para pembenci jalan kebenaran. *
Oleh : Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si.,
Dosen Psikologi Pendidikan FITK UIN Sunan kalijaga Yogyakarta,
Ketua Forum Komunikasi Pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota Se-DIY,
Ketua Dewan Pakar Komnasdik DIY