HARIAN MERAPI — Kota Magelang berhasil masuk peringkat ke-8 kota paling berdaya saing di Indonesia berdasarkan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menyebut capaian ini menjadi motivasi bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kinerja. Ia juga menilai prestasi tersebut sebagai kado dalam peringatan Hari Jadi ke-1.120 Kota Magelang.
“Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus maju,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Damar menegaskan, keberhasilan ini bukan hanya hasil kerja pemerintah, tetapi juga peran seluruh masyarakat.
“Ini adalah hasil kerja bersama semua pihak yang terlibat dalam pembangunan,” tambahnya.
Ia juga mengapresiasi kontribusi aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat dalam mendukung kemajuan kota.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kota Magelang, Handini Rahayu, menekankan pentingnya kerja sama dengan daerah sekitar untuk meningkatkan daya saing.
Menurutnya, Kota Magelang merupakan bagian dari kawasan strategis “Gelangmanggung”, yang mencakup Kabupaten Magelang, Kota Magelang, dan Kabupaten Temanggung.
“Daya saing tidak bisa berdiri sendiri. Kolaborasi antarwilayah sangat penting agar potensi masing-masing daerah bisa saling mendukung,” jelasnya.
Sebagai informasi, penilaian IDSD dilakukan melalui 12 indikator utama, seperti kualitas institusi, infrastruktur, teknologi, ekonomi, kesehatan, tenaga kerja, hingga inovasi.
Secara nasional, skor daya saing Indonesia berada di angka 3,50. Jawa Tengah mencatat skor 3,87.
Untuk peringkat teratas, ditempati Kota Surakarta dengan skor 4,43, disusul Kota Semarang dengan skor 4,37, dan Kota Magelang dengan skor 4,29. (*)