Suryantoro juga menyoroti kondisi Budiyah di Kampung Nambangan, Rejowinangun Utara. Meski longsor terjadi pekan lalu, PMI tetap menyalurkan 20 sak semen.
"Jangan biarkan korban terlupakan begitu saja. Pemulihan butuh waktu, dan kehadiran kita di saat 'sepi' itulah yang paling berarti," pungkasnya.
Sentuhan serupa dirasakan Budiyah. "Terima kasih, Pak Wali dan Pak Ketua PMI. Kami tidak sendiri," ucapnya haru.
Baca Juga: Mobil VW Klasik Terbakar di Cangkringan, Kerugian Capai Rp150 Juta
Bencana mungkin datang tiba-tiba, tetapi kepedulian yang hadir dengan cepat dan ramulah yang menyembuhkan luka. *