2.000 Konten Hoaks Gentayangan Selama Pandemi Corona

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI mencatat 2.000 lebih sebaran disinformasi atau hoaks selama pandemi Covid-19 di platform digital. Dari jumlah hoaks yang ditemukan, 1.900 di antaranya telah di-take down.

“1.800 lebih atau 1.900 lebih sudah dilakukan proses take down oleh platform digital sosial media kita,” ungkap Menteri Komunikasi dan Informasi, Johnny G Plate usai menemui Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, Jumat (16/10) di Kompleks Kepatihan.

Johnny menjelaskan secara teknis, sebelum ditetapkan menjadi hoaks, Kominfo melakukan cek dan ricek dan konfirmasi pada platform terkait meliputi Facebook, Youtube, Twitter, Instagram maupun Tik Tok. Kominfo juga berkomunikasi langsung dengan pimpinan-pimpinan platform digital tidak saja representatifnya yang ada di Indonesia akan tetapi juga di kantor pusatnya.

“Saya sendiri berkomunikasi dengan pimpinan-pimpinan platform digital tidak saja representatifnya yang ada di Indonesia akan tetapi juga di kantor pusat kantor pusatnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Johnny menjelaskan sesuai amanat Undang-Undang ITE, Kominfo mempunyai tugas untuk menjaga agar ruang digital tetap bersih. Setelah konfirmasi dan cek ricek, selanjutnya diberikan labeling pada bagian dari informasi yang berkembang menjadi hoaks atau disinformasi tersebut.

Selain hoaks terkait pandemi Covid-19, juga ditemukan 500an hoaks seputar pemilihan kepala daerah (pilkada) dan UU Cipta Kerja.

Selain itu, Kominfo juga memiliki program jangka panjang, salah satunya ialah gerakan nasional literasi digital yang bertugas untuk melakukan diseminasi dan sosialisasi terkait dengan ruang digital Indonesia.

“Ruang digital Indonesia ini menjangkau lebih dari 70 juta rakyat dan bekerja bersama-sama dengan 108 lembaga,” imbuhnya. (C-4)

Read previous post:
Dinas Pariwisata Gelar Kolaborasi Kiskenda Mahaswara

Close