Sesuaikan Zonasi Gedung Baru Pasar Prawirotaman, Puluhan Pedagang Harus Alih Produk

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Puluhan pedagang Pasar Prawirotaman di Kota Yogyakarta harus beralih jenis produk atau komoditi yang dijual. Pasalnya mereka harus menyesuaikan dengan ketersediaan los dan zonasi produk yang diatur di tiap lantai pada bangunan baru Pasar Prawirotaman.

“Tidak banyak yang beralih jenis dagangan. Jumlahnya lebih dari 20 pedagang tapi tidak sampai separoh dari total pedagang,” kata Kepala Bidang Pengembangan Penataan dan Pendapatan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta, Gunawan Nugroho Utomo, Jumat (16/10).

Total ada 619 pedagang di Pasar Prawirotaman. Pembangunan jumlah los di bangunan baru Pasar Prawirotaman disesuaikan dengan pedagang yang ada. Hanya saja para baru dibangun dengan 4 lantai dan diatur zonasi produk yang dijual. Rencananya lantai 1 untuk zona daging, ikan basah, telur, tempe dan tahu. Untuk lantai 2 zona sayur-sayuran, bumbu serta kebutuhan pokok yang sifatnya cepat rusak dan tidak tahan lama. Sedangkan lantai 3 zona jajanan, kelontong, pecah belah dan warung makan. Untuk lantai 4 dipakai sebagai ruang ekonomi kreatif.

“Alih jenis dagangan diperlukan karena menyesuaikan zonasi di tiap lantai. Kebanyakan pedagang ingin beralih ke ikan dan daging dari sebelumnya jualan sayuran, kelontong dan aksesoris,” paparnya.

Menurutnya kebanyakan pedagang ingin beralih berjualan ikan dan daging karena lokasinya berada di lantai 1. Masih ada pandangan pedagang jika berjualan di lantai atas 2 dan 3 khawatir tidak ada pembeli. Hal itu diakuinya menjadi pekerjaan rumah untuk memberikan pemahaman kepada pedagang. Dia mangaku sejak awal menempati pasar sementara, pedagang sudah diminta membuat surat pernyataan terkait penyesuaian keluasan dan jenis produk yang dijual.

“Jadi PR kami untuk edukasi ke pedagang. Semua lantai tanggung jawab berama untuk dihidupkan. Di Pasar Prawirotaman yang baru sudah ada lift dan travelator untuk memudahkan akses ke lantai atas. Pengaturan zonasi produk yang dijual itu juga untuk memaksa orang ke atas. Misalnya orang sudah beli ikan di lantai, butuh sayur maka harus ke lantai atas,” jelas Gunawan.

Sedangkan untuk kotak dan lemari pedagang dipastikan tetap tidak ditinggal di Pasar Prawirotaman yang baru. Rencananya difasilitasi rak besi di atas los pedagang sebagai tempat kotak penyimpanan. Dia menuturkan sosialisasi dan pengundian pengisian pedagang di pasar baru mundur dari rencana karena dinamika proses pengisiannya.

“Sosialisasi pengisian akan dilakukan pekan dan lalu lalu pengundian penempatan pedagang.Tapi kami sudah lakukan pra evaluasi ke pedagang. Target awal November pedagang sudah menempati bangunan baru Pasar Prawirotaman,” ujarnya. (Tri)

Read previous post:
2.000 Konten Hoaks Gentayangan Selama Pandemi Corona

Close