SMP Piri I Yogya Panen Sayuran Hidroponik

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Kegiatan menanam dengan sistem hidroponik dikembangkan di sekolah di Kota Yogyakarta. Salah satunya di SMP Piri I Yogyakarta yang mengembangkan tanaman secara hidroponik di area atap gedung sekolah. Sayuran yang ditanam dengan media air dan jaringan pipa itu dipanen perdana kemarin.

“Penghijaun kami lakukan di taman dan pagar. Bagian atas atau rooftop untuk penghijauan dengan hidroponik jadi andalan kami,” kata Kepala SMP Piri I Yogyakarta Budi Prasetyo Dewobroto, saat panen perdana hidroponik, Jumat (25/9).

Ia mengatakan hidroponik yang dikembangkan itu merupakan bagian dari program Piri Islamic Green School. Dalam melaksanakan program itu bekerja sama dengan penggiat tanaman. Di samping penghijauan, pengembangan hidroponik juga menjadi media edukasi terkait pertanian modern kepada para siswa di SMP Piri I Yogyakarta.

“Ini pemanfaatan lahan untuk bercocok tana sekaligus persiapan sekolah adiwiyata, green school,” ujarnya.

Pada tahap awal jenis sayuran yang ditanam dengan sistem hidroponik adalah sawi dan selada. Ke depan akan dikembangkan jenis sayuran lainnya. Hasil panen sayuran dari hidroponik masih dimanfaatkan secara terbatas. Saat pembelajarn tatap muka di sekolah diperbolehkan, para siswa akan dilibatkan langsung dalam penanaman hidroponik.

Menurut penggiat lingkungan yang mendampingi pengelolaan hidroponik di SMP 1 Piri Yogyakarta Sariman, ada beberapa kesulitan dalam menanam hidroponik karena lokasinya berada di area atap. Oleh sebab itu harus mengukur angin, udara, suhu dan kelembapan. Untuk mengatasi panas yang berlebihan, menggunakan polikarbonat dan paranet untuk mereduksi panas.

“Kesulitan tetap ada karena medianya berbeda, tanpa tanah. Apalagi di lantai atas harus mengukur angin, udara, suhu dan kelembaban. Komposisi untuk memproduksi nutrisi kebutuhan tanaman diatur agar lebih hemat,” tutur Sariman.

Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi, mengapresiasi Program Piri Islamic Green School dengan kegiatan unggulan bertanam secara hidroponik. Program itu dinilai sejalan dengan kampung sayur maupun lorong sayur yang dikembangkan Pemkot Yogyakarta di kampung-kampung.

“Menanam sayur tidak harus di lahan luas. Ada banyak media yang bisa digunakan dan hasilnya juga maksimal. Bisa di lorong-lorong jalan maupun dengan hidroponik,” imbuh Heroe. (Tri)



Read previous post:
Pasien Tanpa Gejala Covid Melonjak, Kulonprogo Aktifkan Selter Kalurahan

Close