Pendaftaran Bantuan Produktif UMK di Kota Yogya Diperpanjang

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Pendaftaran bantuan produktif untuk pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) dari pemerintah pusat, diperpanjang. Para pelaku UMK di Kota Yogyakarta dipersilakan untuk memanfaatkan peluang perpanjangan waktu pendaftaran bansos produktif tersebut.

“Awalnya pendaftaran ditutup 10 September 2020. Tapi ternyata diperpanjang,” kata Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil (UMK) Dinas Koperasi UMK Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Bebasari Sitarini, Kamis (24/9).

Sita mengaku selama belum ada penutupan resmi pendaftaran bantuan produktif, pihaknya akan terus mengusulkan para pelaku UMK memasukkan berkas permohonan. Dia menyebut sampai 10 September 2020 sudah ada 3.931 UMK yang diajukan ke provinsi. Sedangkan hingga Rabu (23/9) diajukan tambahan sebanyak 2.322 UMK untuk bantuan produktif.

“Ternyata peminatnya sangat banyak. Makanya selama masih ada peluang belum penutupan kami sarankan pelaku usah mikro kecil untuk segera mengajukan permohonan,” terangnya.

Dia menjelaskan, dari segi syarat pengajuan bantuan produktif UMK itu tidak terlalu memberatkan di antaranya pelaku UMK harus memiliki izin usaha mikro, tidak sedang menanggung utang di bank atau lembaga pembiayaan lainnya serta memiliki nomor kontak yang dapat dihubungi. Setelah itu Pemkot Yogyakarta akan memverifikasi berkas permohonan dan diserahkan ke provinsi untuk ditindaklanjuti hingga diusulkan ke pemerintah pusat.

“Dari pengajuan awal kami ke priovinsi sudah ada 207 usaha mikro kecil yang lolos ke tingkat nasional dan berhak mendapatkan bantuan senilai Rp 2,4 juta tiap pelaku,” ujar Sita.

Dia menyatakan, pihaknya juga menerima data dari BRI selaku bank penyalur bantuan produkf ke UMK yakni ada 7.031 pelaku usaha yang mengajukan lewat bank itu. Tapi pihaknya tidak bisa memastikan data pelaku UMK yang sudah menerima dana bantuan produktif. (Tri) 

Read previous post:
GURU BESAR UGM: Pandemi Covid-19 Berakhir Pertengahan Februari 2021

DEPOK (MERAPI) - Guru Besar Statistika Universitas Gadjah Mada (UGM) Dedi Rosadi memperkirakan persebaran infeksi Covid-19 di Indonesia akan berakhir

Close