Nyeruput Kopi Kelor, Cara Sehat Ngopi di Saat Pandemi

DAUN kelor sudah selayaknya dimanfaatkan sebaik mungkin, apalagi mengandung antioksidan serta vitamin C cukup tinggi dan baik untuk kesehatan manusia. Sayangnya, sebagian masyarakat masih ada yang meragukan tentang manfaat daun kelor.

Hal inilah yang melatarbelakangi lima mahasiswa dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta membentuk satu tim melalui Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM), yakni membuat produk kopi kekinian dengan bahan baku biji kopi dan daun kelor. Kelima mahasiswa, yaitu Nurul Suciyani dari Prodi Bisnis dan Jasa Makanan UAD sebagai ketua tim. Sedangkan anggotanya terdiri Yulfa Afiqoh (Prodi Perbankan Syariah), Fatimah Azzahra (Bahasa dan Sastra Arab), Lailatul Rohmaniah (Teknik Kimia) dan Lutfi Setya Asih (Ekonomi Pembangunan). Sebagai dosen pembimbingnya, Retnosyari Septiyani STP MSc.

Menurut Retno, adanya pandemi virus Corona atau Covid-19, bisa menjadi salah satu cambuk agar segenap lapisan masyarakat terus berusaha menjalankan pola hidup sehat, termasuk pola makan dan pola minum dengan sebaik mungkin. Satu di antaranya dapat memanfaatkan daun kelor yang banyak mengandung antioksidan dan vitamin C cukup tinggi, lalu dikombinasi dengan kopi. Rutin <I>ngopi<P> menggunakan kopi kelor diharapkan juga menjadi solusi bagi masyarakat yang suka <I>ngopi<P>.

“Apalagi wabah Covid-19 belum berakhir, salah satu cara menjaga kesehatan tubuh, yakni rutin mengkonsumsi makanan ataupun minuman yang banyak mengandung antioksidan. Semoga kopi kelor karya mahasiswa UAD yang tergabung dalam tim PKM bisa memberi banyak manfaat dan semakin menyadarkan masyarakat tentang manfaat tanaman kelor,” tandas Retnosyari.

Nurul Suciyani menambahkan, timnya berhasil mengembangkan kopi kekinian dengan menambahkan daun kelor (yang telah diolah lewat beberapa tahapan) sebagai tambahan manfaat kesehatan. Produk yang dibuat bersama tim PKM tersebut diberi nama <I>Ngafee (Moringa Coffee)<P>. Suatu hal penting diketahui pula, kopi bukan hal yang asing bagi masyarakat, baik generasi milenial maupun generasi sebelumnya. Penikmat kopi pun berasal dari berbagai kalangan mulai dari muda-mudi hingga lansia. Bahkan, aman juga untuk dikonsumsi anak-anak, namun dengan dosis tertentu.

“Ketika kopi dan daun kelor dikombinasikan, maka akan terbentuk satu formula baru yang memiliki manfaat <I>double<P>. Disamping mendapat manfaat dari kopi, kita juga dapat mengurangi konsumsi kafein yang dikandungnya, karena telah tergantikan dengan campuran bubuk daun kelor,”jelasnya.

Ditambahkan, ada beberapa komoditas biji kopi lokal yang sebenarnya memiliki rasa tidak kalah enak dengan kopi yang sudah terkenal,namun belum terekspos secara penuh. Salah satunya adalah kopi Merapi yang berasal dari daerah sekitar Gunung Merapi. Kopi Merapi ini pun ada dua jenis, yaitu Robusta dan Arabica. Kopi ini ketika dikombinasi dengan daun kelor akan memberikan citarasa enak, unik dan menyehatkan. (Yan)

Read previous post:
Meneladani Semangat dan Kegigihan Para Pendiri KR

Close