Gagas Layanan YES 118, Tri Mardoyo Dulu Dicemooh Kini Masuk ASN Inspiratif

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Berkat banyaknya layanan dan program inovatif yang digagas, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta Tri Mardoyo diusulkan maju dalam Anugerah ASN tahun 2020. Salah satu layanan inovatif yang digagas Tri Mardoyo adalah Yogya Emergency Service (YES) 118 yang kini berubah menjadi Publik Safety Centre (PSC) 119.

“Kami langsung tertuju ke Pak Tri Mardoyo karena selama ini memiliki cukup banyak gagasan yang inovatif terhadap layanan kesehatan di masyarakat. Saat ini sudah diajukan dalam proses seleksi,” kata Analis Kebijakan Dinkes Kota Yogyakarta, Kantoro, dalam jumpa pers di Balaikota, Selasa (15/9).

Ia menyampaikan setelah melakukan koordinasi internal di Dinkes, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan serta disetujui Walikota Yogyakarta, maka Tri Mardoyo diusulkan mengikuti Anugerah ASN Inspiratif tahun 2020. Ajang penghargaan ASN inspiratif itu diadakan oleh Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk ASN yang memiliki inovasi yang bermanfaat bagi organisasi atau masyarakat.

Pihaknya menilai Tri Mardoyo memenuhi kriteria untuk diajukan dalam Anugerah ASN Inspiratif tahun 2020 karena banyak layanan dan program yang telah digagas dan bermanfaat. Bahkan sebagian gagasanya telah diakui oleh pemerintah lewat beberapa penghargaan yang diraih Sekretaris Dinkes Kota Yogyakarta itu. Beberapa gagasan Tri Mardoyo di antaranya YES 118, Rumah Sehat Lansia, Buku Panduan Pengobatan dan Sistem Kelurahan Siaga Gerakan Masyarakat Sehat (Si Kesi Gemes) dan promosi kesehatan di tempat ibadah.

“Ini adalah bentuk kerja sama kolaborasi. Saya hanya memberikan gagasan lalu dikerjakan bersama-sama dan didukung Dinkes serta masyarakat. Bagi saya tidak berpikif mendapat juara dan penghargan, tapi program bisa bermanfaat,” ucap Tri Mardoyo.

Menurutnya sejarah layanan YES 118 yang ia gagas dan usulkan ke Pemkot Yogyakarta, tidak mudah. Dia terinspirasi layanan itu karena pada tahun 2006 ada keluhan bidan praktik yang sulit mendapatkan respon cepat layanan kedaruratan mobil ambulans untuk mengevakuasi pasien ke rumah sakit terdekat.

“Dari situ saya berpikir ada yang salah karena belum ada sistemnya. Makanya saya punya gagasan buat sistem seperti 911 di Amerika. Pada awalnya gagasan saya dicemooh. Waktu itu dibilang mimpi Indonesia, Yogya punya seperti 911 Amerika,” terangnya.

Dia lalu mengusulkan ke Kepala Dinkes untuk membuat sistem YES 118 dan butuh waktu 2 tahun karena daerah lain belum ada sistem itu. Terutama sistem komunikasi hingga pembiayaan layanan kesehatan yang ditanggung pemkot selama 24 jam. Para pakar dan literatur dicari hingga akhirnya di tahun 2008 layanan YES 188 diresmikan hingga kini menjadi PSC 119 sesuai ketentuan pemerintah pusat. Beberapa daerah lain seperti Semarang, Padang, Bengkulu dan Kalimantan belajar ke Yogyakarta terkait sistem kegawatdaruratan itu. (Tri)

Read previous post:
Cerita Bergambar W.A.S.P

Close