500 UMKM Warnai Yogyakarta International Airport

MERAPI – ISTIMEWA
Kunjungan Rombongan komisi B DPRD DIY, Selasa (08/09) di Bandara YIA, Kulon Progo.

YOGYAKARTA (MERAPI) – Sebanyak 500 UMKM ditargetkan masuk ke Yogyakarta Internasional Airport (YIA), dikemas dalam satu kawasan berdekatan dengan area ruang tunggu bandara yang diberi nama Pasar Kotagede.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi mengatakan jumlah tersebut tergolong masih sangat sedikit apabila dibandingkan dengan jumlah keseluruhan UMKM di Yogyakarta yang berjumlah ribuan.

“Pasar Kotagede di Bandara YIA ini tidak hanya bertemunya para konsumen dengan para buyer tetapi juga ada konsep untuk budaya juga. Di sini untuk nguri-nguri (merawat) budaya sesuai dengan konsep pasar Kotagede yang memiliki filosofi tempat bertemunya para pedagang dengan konsumen, ada unsur budaya,” jelasnya saat mendampingi kunjungan Rombongan komisi B DPRD DIY, Selasa (08/09) di Bandara YIA, Kulon Progo.

Produk yang masuk ke Pasar Kotagede merupakan produk terpilih dan diseleksi secara ketat. Evaluasi dilakukan setiap tiga bulan sekali untuk melihat produk mana saja yang diminati dan tidak sehingga dilakukan pergantian pada produk yang tidak diminati.

“Produk-produk yang masuk di Pasar Kotagede adalah produk-produk terpilih yang sudah dikurasi dari tingkat kabupaten, kota, dan provinsi. UMKM yang ingin memajang produk mereka di Galeri Pasar Kotagede BIY, mereka tinggal membuat proposal melalui pemerintah kabupaten dan kota,” jelasnya.

Proposal pengajuan mempersyaratkan berapa dokumen yang meliputi izin usaha mikro kecil, izin Produk Industri Rumah Tangga (P-IRT), dan mengantongi sertifikat halal.

“Kami ingin produk yang dipajang UMKM yang premium sekaligus mendorong agar UMKM bisa memenuhi legalitas, meningkatkan kelembagaan, dan naik kelas,” imbuhnya.

Ketua Komisi B DPRD DIY, Danang Wahyu Broto menilai bahwa letak pasar Kotagede di bandara cukup strategis dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Lokasinya yang dekat dengan tempat tunggu penumpang akan banyak dilihat para penumpang sembari menunggu penerbangan.

“Kami minta jangan dilihat sekarang karena masa pandemi ini jumlah UMKM belum sesuai target. Produk UMKM masih terbatas. Tapi bayangkan ini untuk lima tahun kedepan akan menjadi tempat dan display produk UMKM yang cukup menarik,” ungkapnya (C-4).

Read previous post:
OTG Sebar Virus Covid-19 di Masyarakat

WAKIL Bupati (Wabup) Purworejo Hj Yuli Hastuti SH meminta kepada masyarakat agar tidak menolak kepulangan Orang Tanpa Gejala (OTG) di

Close